Jaringan Peer To Peer

2 min read

Jaringan Peer To Peer – Terdapat pengertian, contoh, dan jenis-jenisnya. Di dalam artikel ini akan membahas secara lengkap. Yukk.. Ikuti artikel sebagai berikut.

Definisi Jaringan Peer To Peer

Baca Juga : Kabel Jaringan

Jaringan-Peer-To-Peer

Jaringan peer-to-peer adalah sebuah jaringan komputer yang terhubung pada jaringan adalah klien dan server. Jaringan ini dibentuk tanpa kontrol pusat dari server khusus. Setiap komputer mempunyai posisi yang sama. Pertukaran data antara komputer dan penggunaan peralatan komputer yang terhubung ke peer-to-peer dilakukan melalui proses langsung.

Contohnya ketika komputer A mengambil data dari komputer B dalam peer-to-peer, komputer A bertindak sebagai server sehingga dapat mengakses file dari komputer B. Sementara Komputer B bertindak sebagai klien saat ini. Sebaliknya, ketika komputer B mengambil data dari komputer A atau komputer C, komputer B bertindak sebagai server untuk mengakses file dan komputer A atau C sebagai klien. Kedua fungsi, server dan klien, dapat dijalankan secara bersamaan oleh komputer dalam peer-to-peer.

Sejarah Jaringan Peer-to-Peer

Gagasan untuk konsep ini muncul sekitar akhir 1980-an, ketika jaringan komputer menjadi salah satu elemen wajib di perusahaan kecil dan besar.

Baca Juga : Backup dan Restore Basisdata

Peer-to-peer menjadi lebih populer ketika Microsoft merilis sistem operasi Windows for Workgroups. Namun, sebelumnya, sistem operasi MS-DOS (IBM PC-DOS) dengan perangkat MS-NET (PC-NET) dapat digunakan untuk tujuan ini. Fitur utama dari jaringan ini adalah bahwa tidak ada server pusat yang mengelola klien dalam jaringan ini karena pada kenyataannya setiap komputer bertindak sebagai server untuk komputer klien lainnya. Keamanan yang ditawarkan oleh metode ini sedikit lebih rendah daripada metode klien atau server, dan manajemennya menjadi relatif rumit.

Baca Juga :  Teknologi One Time Password (OTP)

Konsep ini telah berkembang dalam beberapa tahun terakhir, terutama karena jaringan internet telah menjadi sebuah jaringan yang sangat besar. Ini dimulai pada akhir 1990-an, ketika pengguna Internet mengunduh banyak file musik MP3 dengan cara peer-to-peer menggunakan program Napster, yang dikritik keras oleh industri musik serta Metallica dan banyak lainnya. Napster, yang dikatakan mempunyai lebih dari 20 juta anggota di seluruh dunia, kemudian dituduh oleh para pekerja di industri musik.

Karakteristik Jaringan Peer To Peer

Karakterisrik dari jaringan peer to peer meliputi:

  • Tidak ada kontrol atas pengaturan keamanan jaringan.
  • Tidak diperlukan spesifikasi komputer untuk menghubungkan ke jaringan.
  • Tidak mempunyai komputer yang bertindak sebagai server khusus.
  • Setiap komputer di jaringan adalah server dan juga klien.

Baca Juga : Keamanan Jaringan

Kelebihan Jaringan Peer To Peer

  • Jika komputer memiliki masalah, itu tidak dapat mempengaruhi oleh sebuah komputer atau jaringan lain.
  • Biaya implementasi jauh lebih rendah karena tidak diperlukan server dengan spesifikasi tinggi untuk melayani semua klien
  • Setiap komputer di jaringan bertindak sebagai klien dan sebagai server, sehingga semua komputer memiliki hak yang sama.
  • Pemeliharaan jaringan tidak memerlukan administrator khusus.
  • Instalasi jaringan sederhana.
  • Komputer pada jaringan dapat berbagi perangkat keras seperti drive, hard drive, printer, mesin atau modem faks, atau perangkat lain yang terhubung ke jaringan.
  • Kontinuitas kinerja jaringan tidak tergantung pada komputer server.
  • Tidak memerlukan sistem operasi atau aplikasi khusus untuk server.

Kekurangan Topologi Peer to Peer

  • Pencadangan juga dilakukan pada setiap komputer.
  • Sulit dikembangkan karena jenis jaringan ini tidak cocok untuk penggunaan skala besar
  • Administrasi tidak terkendali.
    Pemecahan masalah (mengidentifikasi masalah) dalam jaringan lebih sulit karena semua komputer terlibat dalam sistem komunikasi jaringan.
  • Tingkat keamanan jaringan yang rendah rentan terhadap serangan eksternal. Tanpa server, keamanan jaringan ditentukan oleh setiap pengguna di setiap komputer.
  • Menurunkan kinerja jaringan, karena selain mengelola sebuah jaringan yang berfasilitas , setiap komputer dapat mengelola aplikasinya sendiri atau pekerjaan.
  • Banyak pembagian file mempengaruhi kinerja komputer Anda.
Baca Juga :  Sistem Operasi DOS

Tidak diperlukan hub untuk mengatur jaringan peer-to-peer karena komputer dapat terhubung langsung melalui kabel UTP. Komputer yang terhubung tidak perlu mempunyai spesifikasi yang sama. Dengan menambahkan kartu jaringan ke komputer, komputer dapat dihubungkan bersama.

Demikian artikel yang dapat kamu ringkas yaitu tentang Jaringan Peer To Peer. Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk Anda.

Pengertian Hardware

Ika Evitasari
4 min read

Pengertian Software

Ika Evitasari
2 min read