Perjanjian Bangkok

3 min read

Perjanjian Bangkok atau juga dikenal sebagai deklarasi Bangkok menjadi landasan awal adanya kerjasama diantara Negara-negara kawasan Asia Tenggara. Kesepakatan ini mempunyai konsentrasi di beberapa bidang, yaitu bidang sosial, ekonomi, dan kebudayaan.

Perjanjian ini ditandatangani dan di gagas oleh lima Negara di Asia Tenggara atau sering disingkat dengan ASEAN (Association of South East Asian Nations). Kelima Negara tersebut antara lain Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand. Isi dari perjanjian tersebut salah satunya adalah kesepakatan untuk mendirikan perhimpunan di kawasan Asia Tenggara.

Sejarah Perjanjian Bangkok

Pada awalnya, sebelum sejarah berdirinya ASEAN, cikal bakal dari berdirinya organisasi Negara-negara Asia Tenggara dimulai dari organisasi bernama ASA atau Association of South East Asia yang telah berdiri sejak tahun 1961. ASA memiliki 3 anggota, yaitu Malaysia, Thailand, dan Filipina. Sejarah Perjanjian Bangkok dimulai serta disepakati pada tanggal 8 Agustus 1967.Waktu itu, kelima negara inisiator kesepakatan diwakili oleh para delegasi terbaik tiap-tiap negara.

Perjanjian Bangkok

Adapun Nama Nama Pendiri ASEAN dan Asal Negaranya yang dimaksud ialah sebagai berikut :

  1. Adam Malik yang saat itu sedang menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Indonesia
  2. Tuan Abdul Razal, menjabat wakil perdana menteri Malaysia pada masa itu
  3. Nasico Ramos, menduduki jabatan menteri luar negeri Filipina
  4. Rajaratnam, sebagai perwakilan Singapura dan menjabat menteri luar negeri
  5. Thanat Khoman, yang ketika itu menjabat sebagai menteri luar negeri Thailand

Kesepakatan Bangkok bisa dikatakan sebagai cikal bakal berdirinya perhimpunan negara-negara ASEAN. Dari hasil kesepakatan kelima negara tersebut, yang terdiri dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina dan juga Thailand maka diperoleh 7 point penting dalam perjanjian tersebut, isi point itu juga dikenal sebagai tujuan didirikannya perhimpunan Asia Tenggara.

Baca Juga :  Perjanjian Giyanti

Baca Juga : Perjanjian Linggarjati

Selain dari itu, perjanjian penting bagi negara-negara Asia Tenggara ini telah dilaksanakan di kota Bangkok, Thailand, sesuai dengan namanya. Deklarasi ini juga kerap kali disebut sebagai perjanjian ASEAN. Kendati awal mulanya hanya dihuni oleh lima negara saja, akan tetapi pasca terbentuknya kesepakatan, negara lain  lain pun turut bergabung bersama ASEAN.

Pada perkembangannya Negara-negara lain pun kemudian turut bergabung, dan berikut adalah penjelasannya  :

  1. Tahun 1984, setelah meraih kemerdekaannya, tepatnya pada tanggal 7 Januari. Brunei Darussalam bergabung menjadi anggota Association of South East Asian Nations.
  2. Tahun 1995 Vietnam bergabung menjadi anggota Association of South East Asian Nations.
  3. Tahun 1997 Los dan Myanmar bergabung menjadi anggota Association of South East Asian Nations.
  4. Tahun 1999 Kamboja bergabung menjadi anggota Association of South East Asian Nations.

Latar Belakang Perjanjian Bangkok

Berbeda jauh dengan latar belakang perjanjian renville, latar belakang dari diadakannya Perjanjian Bangkok merupakan adanya pertimbangan serta kesadaran untuk saling bekerjasama antar Negara-negara Asia Tenggara, khususnya dalam bidang ekonomi. ASEAN adalah organisasi kerjasama antar Negara-negara kawasan Asia Tenggara yang bersifat non politik dan juga non militer. Bukan itu saja, negara-negara di Asia Tenggara juga memiliki tanggung jawab dalam upaya memperkuat beberapa hal, seperti halnya :

  1. Adanya dorongan negara-negara ASEAN untuk memperkuat stabilitas sosial dan ekonomi
  2. Adanya dorongan negara-negara ASEAN untuk menjamin adanya perdamaian serta laju pembangunan nasional
  3. Adanya dorongan negara-negara ASEAN untuk memastikan adanya stabilitas keamaan dari campur tangan pihak luar dengan berbagai bentuk manifestasinya.

Baca Juga : Perjanjian Kalijati

Tujuan Perjanjian

Perjanjian Bangkok sekaligus menjadi penanda pembentukan ASEAN mempunyai tujuan yang mulia dalam hal menjalin adanya kerjasama antar Negara-negara Asia Tenggara. Tujuan dari pembentukan kerjasama ini ialah untuk menjalin kerjasama khususnya bidang ekonomi, sebab ASEAN merupakan organisasi negara-negara kawasan Asia Tenggara yang khusus melakukan pekerjaan bersifat non politik dan non militer.

Baca Juga :  Perjanjian Renville

Tak sama dengan sejarah berdirinnya VOC, didirikannya ASEAN juga memiliki tujuan agar antar Negara-negara yang tergabung dalam ASEAN tidak berpengaruh terhadap politik secara langsung. Sebab, tujuan ASEAN adalah bersinergi dalam menjaga dan memelihara keamanan dan stabilitas tanpa  adanya campur tangan pihak luar. Karena, bila organisasi ASEAN terpengaruh atau ikut campur dengan organisasi lain, misalnya organisasi regional dan global atau urusan politik dapat berakibat fatal.

Sebab, pasca terjadinya penadatangan perjanjian, mulai muncul berbagai persoalan yang menjadikan hubungan diplomatik diantara beberapa Negara anggota sempat memanas. Hadirnya deklarasi ini, berperan dalam membantu mengatasi persoalan semacam itu dalam hal menstabilkan serta memberikan pengaruh besar dalam hal perdamaian yang diharapkan oleh setiap anggota didalamnya.

Pada perkembangannya, terutama pada saat negara-negara di kawasan Asia Tenggara lainnya mulai bergabung, fungsi serta tujuan ASEAN kian bertambah serta meluas menyesuaikan dengan perkembangan serta tantangan zaman yang pada dasarnya mampu mensejahterakan rakyat.

Baca Juga : Perjanjian Tordesillas

Isi Perjanjian

Sama halnya dengan sejarah perjanjian Linggarjati atau deklarasi pada umumnya, Perjanjian Bangkok juga mempunyai isi yang terkandung didalamnya. Adapun isi dari deklarasi Bangkok akan disebutkan dibawah ini, diantaranya yaitu :

  1. Memelihara perdamaian serta stabilitas dengan cara menjunjung hukum serta hubungan antar Negara-negara di Asia Tenggara.
  2. Mempercepat pertumbuhan, perkembangan budaya serta kemajuan sosial pada kawasan Asia Tenggara.
  3. Meningkatkan kerja sama aktif serta saling membantu dalam bidang sosial, budaya, ekonomi, administrasi dan teknologi.
  4. Sepakat untuk saling memberikan bantuan di bidang fasilitas latihan serta penelitian bidang kejuruan, teknik, administrasi dan juga bidang pendidikan.
  5. Menjalin kerja sama yang lebih efektif untuk mencapai daya guna lebih besar di bidang pertanian, perkembangan perdagangan termasuk didalamnya studi perdagangan komoditi internasional, industri, perbaikan pengangkutan serta fasilitas komunikasi dan meningkatkan taraf kehidupan rakyat disetiap Negara yang melakukan perjanjian.
  6. Meningkatkan kerjasama di bidang studi tentang permasalahan-permasalahan di kawasan Asia Tenggara.
  7. Bersepakat untuk memelihara kerja sama erat serta bermanfaat dengan berbagai organisasi internasional serta organisasi regional lain yang mempunyai tujuan dan mencari kesempatan untuk menggerakkan kerja sama dengan organisasi-organisasi tersebut.
Baca Juga :  Perjanjian Hudaibiyah

Sekianlah penjelasan tentang bagaimana perjalanan terjadinya perjanjian Bangkok, sejarah, tujuan dan isinya. Semoga bermanfaat.

Perjanjian Giyanti

Pak Guru
1 min read

Perjanjian Roem Royen

Pak Guru
1 min read