Sejarah Pramuka

2 min read

Sejarah pramuka di Indonesia adalah tidak bisa melepaskan sejarah perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia. Gagasan Baden Powell yang terbentuk kepramukaan dengan cara cepat menyebar ke berbagai negara, termasuk Belanda. Di negara Belanda pramuka dinyatakan sebagai Padvinder.

Apa Itu Sejarah Pramuka ?

Di negara penjajahannya, termasuk Sejarah Pramuka Indonesia, Belanda membuat organisasi Kepramukaan. Di negara Indonesia terkenal dengan kata NIPV (Netherland Indische Padvinder Vereniging; Persatuan Pandu Belanda). Organisasi ini dikhususkan bagi anak-anak Belanda.

Baca Juga : Fungsi Ribosom

Oleh sebab itu tokoh-tokoh pergerakan nasional Indonesia telah terbentuk organisasi kepanduan yang tujuannya membentuk manusia Indonesia yang baik dan menjadi kader pergerakan nasional.

Kemudian muncul nya organisasi pramuka pribumi yang jumlahnya telah mencapai lebih dari seratus organisasi. Organisasi itu semisal; JPO (Javananse Padvinders Organizatie); JPP (Jong Java Padvinderij), SIAP (Sarekat Islam Afdeling Padvinderij); HW (Hisbul Wathon) dll.

Sejarah terus berlanjut. Melihat organisasi pramuka milik pribumi yang sudah bermunculan, Belanda akhirnya ingin membuat peraturan untuk mentidak bolehkan organisasi pramuka di luar milik Belanda menggunakan kata-kata Padvinder. Karena itu kemudian KH. Agus Salim menggunakan istilah “Pandu” dan “Kepanduan”.

Semenjak tahun 1930 telah timbulnya kesadaran dari tokoh-tokoh Indonesia untuk menjadikan kesatuan organisasi pramuka. Maka terbentuklah KBI (Kepanduan Republik Indonesia). KBI salah satu gabungan dari organisasi kepanduan antaranya IPO, PK (Pandu Kesultanan), PPS (Pandu Pemuda Sumatra).

Baca Juga : Fungsi Organel Sel

Dan pada tahun 1931 terbentuk PAPI (Persatuan Antar Pandu-Pandu Indonesia), kemudian diubah menjadi BPPKI (Badan Pusat Persatuan Kepanduan Indonesia) pada tahun 1938.

Pada saat waktu pendudukan Jepang, kepanduan di Indonesia telah dilarang dan tokoh Pandu banyak yang masuk Keibondan, Seinendan dan PETA.

Baca Juga :  Hasil Kebudayaan Mesolitikum

Ketika saat masa kemerdekaan terbentuklah organisasi yang kepanduan berisi nasional adalah Pandu Rakyat Indonesia yang akan dideklarasikan di suatu tempat yaitu Solo pada saat tanggal 28 Desember 1945. Pandu Rakyat Indonesia telah menjadi satu-satunya organisasi pramuka di Indonesia saat ini.

Pada masa leberalisme, telah kembali bermunculan sebagai organisasi kepanduan seperti; HW, SIAP, Pandu Indonesia, Pandu Kristen, Pandu Ansor, KBI dll yang jumlahnya sudah mencapai seratusan lebih. Sebagian organisasi tersebut terhimpun dalam tiga federasi yaitu; IPINDO (Ikatan Pandu Indonesia, berdiri tanggal 13 September 1951), POPPINDO (Persatuan Organisasi Pandu Putri Indonesia, berdiri tahun 1954) dan PKPI (Persatuan Kepanduan Putri Indonesia).

Pada 1953 IPINDO berhasil menjadi anggota kepramukaan sedunia. Pada tanggal 10-20 Agustus 1955 IPINDO juga berhasil menyelenggarakan Jambore Nasional I di Pasar Minggu Jakarta. setelah POPPINDO dan PKPI pernah bersama-sama menyambut singgahnya Lady Baden Powell (istri Baden Powell) ke Indonesia, dalam di perjalanan menuju ke Australia. Pada saat tahun 1959, PKPI telah mengadakan perkemahan untuk pramuka putri yang disebut yaitu “Desa Semanggi” di Ciputat. Pada tahun ini IPINDO telah mengirimkan kontingen ke Jambore Dunia di MT. Makiling Filipina.

Saat menyadari kelemahan yang ada, ketiga federasi tersebut yaitu akhirnya mempersatukan diri menjadi PERKINDO (Persatuan Kepanduan Indonesia). Ternyata Perkindo sendiri kurang mengerti sehingga dimanfaatkan oleh pihak komunis supaya menjadi gerakan Pionir Muda seperti di negara komunis lainnya.

Mulai tahun 1960-an, berbagai pihak termasuk pemerintah dan MPRS melakukan berbagai upaya untuk melakukan penertiban organisasi kepanduan termasuk upaya untuk mendirikan Gerakan Pramuka.

Pada hari Kamis malam tanggal 9 Maret 1961 Presiden mengumpulkan tokoh-tokoh dan pemimpin gerakan kepramukaan Indonesia, bertempat di Istana Negara. Presiden berpendapat bahwa kepanduan yang telah ada harus diperbaharui, metode dan aktivitas pendidikan harus diganti, seluruh organisasi kepanduan yang ada dilebur menjadi satu yang disebut Pramuka.

Baca Juga :  Perjanjian Hudaibiyah

Baca Juga : Fungsi kloroplas

Presiden telah menunjuk Panitia Pembentukan Gerakan Pramuka yang sudah terdiri dari Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Menteri P dan K Prof. Prijono, Menteri Pertanian Dr.A. Azis Saleh bersama Menteri Transmigrasi, Koperasi dan Pembangunan Masyarakat Desa, Achmadi. Peristiwa in sudah disebut sebagai HARI TUNAS GERAKAN PRAMUKA

Panitia yang telah membuat Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, sebagai Lampiran Keputusan Presiden R.I Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961 tentang Gerakan Pramuka. Kepres ini akan mendirikan Gerakan Pramuka sebagai organisasi satu-satunya kepanduan untuk ditugaskan menyelenggarakan pendidikan untuk anak-anak dan berserta pemuda Indonesia. Kemudian peristiwa ini di nyatakan sebagai HARI PERMULAAN TAHUN KERJA.

Kepres Nomor 238 Tahun 1961 ini ditandatangi oleh Perdana Menteri Ir. Juanda sebagai Pejabat Presiden Karena Presiden RI, Ir. Soekarno saat itu sedang berkunjung ke Jepang.

Pada tanggal 30 Juli 1961, bertempat di Istora Senayan (Sekarang Stadiun Gelora Bung Karno), tokoh-tokoh organisasi kepanduan di Indonesia yang menyatakan dengan ikhlas meleburkan diri ke dalam organisasi Gerakan Pramuka. Kemudian peristiwa ini nyatakan sebagai HARI IKRAR GERAKAN PRAMUKA.

Presiden Soekarno menyerahkan panji kepramukaan. Pada tanggal 14 Agustus 1961, dilakukan Pelantikan Mapinas (Majlis Pimpinan Nasional), Kwarnas dan Kwarnari di Istana Negara, dilanjutkan penganugerahan Panji-panji Kepramukaan dan defile Pramuka untuk memperkenalkan Pramuka kepada masyarakat yang diikuti oleh sekitar 10.000 Pramuka. Kemudian peristiwa ini di nyatakan sebagai HARI PRAMUKA yang diperingati sampai sekarang.

Mapinas saat itu diketuai oleh Dr. Ir. Soekarno Presiden RI bersama Wakil Ketua I, Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Wakil Ketua II Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh. Sementara Kwarnas, telah diketuai oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh sebagai Wakil Ketua merangkap Ketua Kwarnari.

Baca Juga :  Perjanjian Roem Royen

Sejarah Bola Voli

Pak Guru
3 min read

Perjanjian Hudaibiyah

Pak Guru
3 min read

Perjanjian Bangkok

Pak Guru
3 min read