Sapi Perah

3 min read

Mengenal Sapi Perah – Pada artikel kali ini kami akan membahas tentang Sapi Perah, dimana pada pembahasan sebelum nya kita telah membahas mengenai Jaring-Jaring Makanan. Dalam pembahsan ini kita akan fokus ke apa itu Sapi Perah ? dan jenis jenis Sapi Perah.

Apa itu Sapi?

Sapi Perah

Sapi adalah hewan yang dikembangbiakkan secara khusus karena kemampuannya menghasilkan susu dalam jumlah besar. Secara historis, sapi penghasil susu dan sapi potong tidak memiliki perbedaan yang mencolok, dengan induk yang sama dapat digunakan untuk menghasilkan sapi yang menghasilkan susu (sapi betina) dan daging (umumnya sapi jantan).

Saat ini, peternak lebih berspesialisasi dalam seleksi buatan untuk mendapatkan varietas sapi spesial yang dapat menghasilkan susu dalam jumlah besar.

Ternak Sapi yang telah dikebiri dan biasanya digunakan untuk membajak sawah disebut Lembu. Sapi dipelihara terutama untuk penggunaan susu dan daging sebagai makanan manusia.

Produk sampingan seperti kulit, jeroan, tanduk, dan kotoran juga digunakan untuk berbagai kebutuhan manusia. Di sejumlah tempat, sapi juga digunakan sebagai alat penggerak untuk transportasi, penanaman tanah untuk pembajakan, dan alat industri lainnya (seperti penghancur tebu). Karena banyak kegunaan ini, sapi telah menjadi bagian dari berbagai budaya manusia sejak lama.

Baca Juga : Budidaya Kroto

Mengurus Dan Mengelola Sapi Perah

Sapi perah dapat digembalakan oleh petani atau dipelihara di kandang komersial di peternakan sapi perah. Ukuran peternakan dan jumlah sapi perah dapat bervariasi tergantung pada kepemilikan tanah dan struktur sosial. Di Selandia Baru, rata-rata kepemilikan susu sapi adalah 375 per petani.

Di Australia, jumlah rata-rata peternak sapi perah adalah 220 per peternak. Di Inggris, ada dua juta sapi perah dengan rata-rata 100 ekor. Di Amerika Serikat, jumlah sapi bervariasi antara selusin hingga 15.000. Di Indonesia, kepemilikan rata-rata sapi perah hanya 4 sapi per peternak.

Baca Juga :  Cara Ternak Kelinci

Untuk mempertahankan menyusui, sapi perah harus melahirkan. Tergantung pada kondisi pasar, sapi perah dengan pejantan dari jenis yang sama dengan sapi perah dapat dipasangkan dengan ayam pedaging dengan harapan memiliki sundal penghasil susu. Jika ditemukan sapi perah yang produktif, ia dapat disimpan sebagai pengganti sapi perah yang lebih tua.

Jika Anda mendapatkan sapi betina yang tidak produktif atau sapi jantan betina, Anda dapat menggunakannya sebagai daging sapi. Petani dapat memilih untuk memelihara hewan mereka sendiri atau menjualnya untuk tiang. Sapi muda juga bisa disembelih untuk mendapatkan daging sapi muda.

Baca Juga : Budidaya Jangkrik

Peternak sapi perah umumnya memulai inseminasi buatan sapi betina dengan periode kehamilan sekitar sembilan bulan pada usia 13 bulan. Anak sapi yang baru lahir umumnya segera dipisahkan dari induknya setelah tiga hari karena hubungan antara anak sapi dan induknya dapat menjadi lebih intens dari waktu ke waktu, sehingga pemisahan dapat menyebabkan stres bagi sapi.

Sapi dapat hidup hingga 20 tahun, tetapi sapi yang dipelihara untuk diperah jarang dipelihara sampai usia itu karena sapi disembelih ketika mereka tidak produktif.

Pada tahun 2009, setidaknya 19% dari stok daging yang dipasok oleh Amerika Serikat berasal dari sapi yang tidak produktif. Susu sapi tua tidak hanya tidak produktif, tetapi juga rentan terhadap penyakit seperti mastitis, yang dapat mempengaruhi kualitas susu yang dihasilkan.

Di India dan Nepal, komunitas Hindu memuja sapi, sehingga pembantaian dapat dianggap dosa. Pembantaian sapi dilarang di sebagian besar wilayah India dan merupakan isu kontroversial di wilayah-wilayah resmi.

Tetapi susu yang tidak produktif dapat berkeliaran di jalan-jalan kota dan dibiarkan sendirian karena akan mati karena penyakit atau usia tua. Beberapa organisasi Hindu membangun tempat perlindungan khusus yang disebut Goshala sebagai tempat peristirahatan terakhir.

Baca Juga :  Cara Ternak Prenjak Kepala Merah

Hasil Susu Dari Sapi Perah

Sapi menghasilkan susu dalam jumlah besar selama masa hidupnya, mulai dari 6800 hingga 17000 kg per laktasi. Breed tertentu menghasilkan lebih banyak susu daripada yang lain. Rata-rata produksi susu di Amerika Serikat adalah 9164,4 kg per kapita per tahun, tidak termasuk susu yang dikonsumsi oleh anak-anak mereka, sementara di Israel, menurut data 2009, mencapai 12240 kg dan kelembaban tidak disukai oleh sapi .

Di Cirebon, Jawa Barat, seekor sapi hanya menghasilkan maksimal 4.500 liter susu per ekor dan menyusui. Bibit sapi ras menghasilkan susu lebih sedikit daripada induknya, bahkan dari jenis yang sama. Diketahui bahwa suhu udara yang tinggi mengurangi asupan pakan oleh sapi dan dengan demikian mungkin mengurangi produksi susu.

Harapan hidup sapi sangat bergantung pada hasil susu. Sapi dengan hasil susu rendah bisa hidup lebih lama dari sapi dengan hasil susu tinggi. Namun, ini tidak menunjukkan seberapa bermanfaat jenis ternak tertentu. Ternak Sapi yang tidak lagi memproduksi susu dalam jumlah yang menguntungkan disembelih. Daging ini biasanya berkualitas buruk, jadi hanya daging olahan (sosis, dll.) Yang digunakan.

Tingkat produksi susu umumnya dipengaruhi oleh tingkat stres sapi. Psikolog dari University of Leicester, Inggris, mencatat bahwa musik tertentu disukai oleh sapi dan mempengaruhi laktasi dan produksi susu.

Nilai Gizi Yang Terdapat Pada Susu Sapi

Nutrisi memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan sapi. Nutrisi yang tepat dapat meningkatkan produksi dan kinerja reproduksi sapi. Nutrisi yang dibutuhkan dapat bervariasi tergantung pada usia dan tahap pertumbuhan ternak sapi.

Hijauan, terutama rumput dan jerami, adalah jenis pakan yang paling umum. Sereal seperti barley sering digunakan sebagai pakan tambahan di berbagai negara beriklim sedang, karena merupakan sumber protein, energi dan serat yang baik.

Baca Juga :  Budidaya Kroto

Mempertahankan kandungan lemak dalam memelihara sapi penting untuk menjaga produktivitas susu. Sapi yang terlalu tebal atau terlalu kurus dapat menyebabkan masalah kesehatan dan reproduksi. Diketahui bahwa suplementasi dengan lemak bermanfaat bagi laktasi sapi.

Ini terutama asam oleat dalam minyak lobak, asam palmitat dalam minyak sawit dan asam linoleat dalam biji kapas, bunga matahari dan kedelai. Memberikan suplemen yang tepat juga dapat meningkatkan harapan hidup sapi.

Apa Itu Sapi ?

Yang dimaksud dengan sapi adalah hewan yang dikembangbiakkan secara khusus karena kemampuannya menghasilkan susu dalam jumlah besar. Secara historis, sapi penghasil susu dan sapi potong tidak memiliki perbedaan yang mencolok, dengan induk yang sama dapat digunakan untuk menghasilkan sapi yang menghasilkan susu

Sebutkan Gizi Yang Terkandung Dalam Susu sapi ?

Nutrisi memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan sapi. Nutrisi yang tepat dapat meningkatkan produksi dan kinerja reproduksi sapi. Nutrisi yang dibutuhkan dapat bervariasi tergantung pada usia dan tahap pertumbuhan sapi.

Sebut bagian dari pengolaan sapi perah ?

Sapi dapat digembalakan oleh petani atau dipelihara di kandang komersial di peternakan sapi . Ukuran peternakan dan jumlah sapi dapat bervariasi tergantung pada kepemilikan tanah dan struktur sosial. Di Selandia Baru, rata-rata kepemilikan susu sapi adalah 375 per petani.

Demikian artikel yang dapat kami sampaikan yaitu tentang Sapi Perah. Semoga bermanfaat untuk Anda

Budidaya Kroto

Pak Guru
3 min read

Budidaya Ikan Nila

Pak Guru
3 min read

Ular Sendok

Pak Guru
3 min read