Pengertian Obligasi

2 min read

Hai teman, kembali lagi dengan PakGuru.Co.Id dikesempatan kali ini kita akan membahas tentang Pengertian Obligasi, Karakteristik Obligasi, Jenis-jenis Obligasi yang ada di Pasar Modal beserta Kelebihan dan Kekurangan Obligasi. Langsung saja yaaa….

Apa sih Pengertian obligasi?

Obligasi adalah surat pengakuan atau pernyataan utang yang diterbitkan oleh suatu perusahaan atau pemerintah kepada pihak yang berutang, yang diserahkan kepada pemegang obligasi dan disertai dengan janji untuk membayar pokok utang beserta kupon bunganya pada setiap tanggal jatuh tempo pembayaran.

Pendapat lain juga ada yang mengatakan bahwa obligasi merupakan jenis surat berharga atau sertifikat tanda pengakuan utang yang diterbitkan oleh suatu perusahaan atau pemerintah kepada pemberi pinjaman (investor). Bisa dikatakan juga, bahwa penerbit obligasi adalah pihak yang berutang sedangkan pemegang obligasi adalah pihak yang berpiutang.

Pada umumnya obligasi dikeluarkan oleh perusahaan-perusahaan yang membutuhkan pinjaman modal dari pihak eksternal. Pinjaman tersebut memiliki jangka waktu tertentu, yaitu dari 5 tahun hingga 30 tahun.

Obligasi yaitu salah satu produk dari Pasar Modal dan bukan produk dari lembaga keuangan Bank atau non-Bank. Dalam hal ini juga Bank dapat berperan sebagai agen penjualan obligasi. Baca Juga : Akuntansi Sebagai Sistem Informasi

Karakteristik dari Pengertian Obligasi

Pengertian Obligasi

Obligasi mempunyai karakteristik yang berbeda dari jenis surat berharga lainnya. Adapun karakteristik obligasi adalah sebagai berikut :

Baca Juga :  Kebutuhan Sekunder

1. Nilai Obligasi

Pihak yang akan menerbitkan obligasi harus menjelaskan berapa besar dana yang akan dibutuhkan, dikenal dengan istilah “jumlah emisi obligasi”. Adapun penentuan besar jumlah obligasi yang diterbitkan ditentukan dari aliran arus kas, besar kebutuhan, dan kinerja bisnis.

2. Jangka Waktu Obligasi

Jatuh tempo (maturity) obligasi dimulai dari 1 tahun sampai 10 tahun. Tetapi biasanya masa jatuh tempo obligasi adalah 5 tahun. Pada umumnya investor lebih menyukai obligasi jangka pendek karena obligasi jangka pendek dianggap risikonya kecil.

3. Principal dan Coupon Rate

Principal rate yaitu merupakan besaran uang yang wajib dibayarkan oleh penerbit obligasi kepada pemegang obligasi pada saat masa jatuh tempo. Nilai principal rate ini juga berhubungan dengan redemption value, maturity value, par value or face value.

Sedangkan coupon rate yaitu merupakan tingkatan bunga yang harus dibayarkan oleh penerbit obligasi kepada pemegang obligasi setiap tahunnya.

4. Jadwal Pembayaran

Kewajiban pembayaran coupon dilakukan oleh penerbit obligasi secara berkala sesuai kesepakatan yang telah dibuat. Misalnya triwulan, per semester, ataupun per tahun.

Jenis-jenis Obligasi yang Ada di Pasar Modal

1. Obligasi Terdaftar dan Obligasi Atas Unjuk

Obligasi terdaftar yaitu obligasi yang diterbitkan menggunakan nama pemiliknya atau nama pemegangnya.

Obligasi atas unjuk yaitu merupakan suatu obligasi yang nama pemiliknya tidak dicantumkan, sehingga dapat diperjualbelikan atau ditransfer kepada orang lain tanpa memerlukan aktivitas peresmian / dokumentasi apapun.

2. Obligasi Berjangka, Obligasi Serial & Obligasi Dapat Ditebus

Obligasi berjangka merupakan obligasi yang jangka waktu berlakunya ditetapkan dalam satu waktu tertentu (tidak berangsur).

Obligasi serial merupakan obligasi yang tanggal jatuh temponya ditetapkan secara serial atau berangsur.

Obligasi dapat ditebus yaitu merupakan suatu obligasi yang dapat ditebus oleh penerbitnya kapanpun penerbitnya ingin menebusnya, selama penebusan dilakukan sebelum tanggal jatuh tempo.

Baca Juga :  Perusahaan Dagang

3. Obligasi Dijamin dan Obligasi Tidak Dijamin

Obligasi dijamin yaitu merupakan obligasi yang telah diberi jaminan berupa aset perusahaan. Pemberian jaminan ini ditujukan untuk menjamin pengembalian uang pemegang obligasi ketika sewaktu-waktu perusahaan mengalami colaps / gulung tikar atau kebangkrutan. Salah satu contoh dari jenis obligasi ini adalah obligasi trust, yaitu suatu surat obligasi yang dijamin dengan menggunakan saham milik perusahaan lain.

Obligasi tidak dijamin merupakan obligasi yang tidak diberi jaminan apa pun sama sekali. Jika dibandingkan denga obligasi dijamin, obligasi ini lebih cenderung jauh lebih beresiko untuk para pemegangnya. Meskipun begitu, jika dibandingkan dengan model obligasi dijamin, tingkat pengembalian atau pun tingkat suku bunga obligasi tidak dijamin biasanya jauh lebih tinggi.

4. Obligasi Konvertibel

Obligasi konvertibel adalah obligasi yang dapat dikonversi atau pun digantikan dengan surat berharga lainnya setelah surat obligasi ini diterbitkan. Dalam praktiknya, surat obligasi konvertibel biasanya (mayoritas) dikonversi menjadi saham. Baca Juga : Jurnal Penyesuaian

Kelebihan dan Kekurangan Obligasi

Sama dengan surat berharga lainnya, obligasi juga mempunyai kelebihan dan kekurangan tersendiri. Berikut penjelasannya:

1. Kelebihan Obligasi

  • Pemegang obligasi mendapatkan bunga atau kupon obligasi yang pada umumnya lebih tinggi dari bunga deposito Bank. Jenis kupon tersebut adalah kupon tetap atau disebut fixed coupon dan kupon mengambang atau floating coupon.
  • Surat berharga yang berbentuk obligasi sangat mudah untuk diperdagangkan di pasar sekunder, sesuai dengan mekanisme Bursa Efek Indonesia (BEI) ataupun di luar BEI.
  • Pemegang obligasi akan mendapatkan keuntungan dari Capital Gain, yaitu selisih harga obligasi ketika obligasi tersebut telah di perdagangkan.
  • Obligasi dapat dijadikan agunan kredit di Bank atau untuk membeli instrumen aktiva lain.
  • Investasi obligasi merupakan investasi yang aman karena pembayaran pokok utang dan kupon dijamin oleh peraturan perundang-undangan.
Baca Juga :  Akuntansi Sebagai Sistem Informasi

2. Kekurangan Obligasi

  • Pada obligasi tertentu, biasanya terdapat risiko gagal bayar dari penerbit obligasi sehingga investor tidak mendapatkan untung atau bahkan bisa kehilangan investasinya. Risiko ini tidak terdapat pada obligasi negara yang terlindungi undang-undang.
  • Obligasi mudah terpengaruh terhadap perubahan ekonomi, suku bunga, dan situasi politik yang tidak menentu.
  • Pihak investor akan mengalami kerugian apabila menjual obligasi di pasar sekunder sebelum jatuh tempo karena harga jualnya lebih rendah ketimbang harga beli.

Demikianlah penjelasan ringkas mengenai pengertian obligasi, karakteristik, dan jenis-jenis obligasi yang ada di pasar modal dan kelebihan dan kekurangan obligasi. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan kamu. Baca Juga : Mengenai Kebutuhan Sekunder

Perusahaan Dagang

Pak Guru
1 min read

Jurnal Penyesuaian

Pak Guru
1 min read

Kebutuhan Sekunder

Pak Guru
1 min read