Pengertian Koordinasi

2 min read

Pengertian Koordinasi – Kegiatan yang dapat dikerjakan oleh banyak pihak yang sederajat untuk mencapai sebuah tujuan. Damal artikel ini akan membahas secara singkat mengenai koordinasi. Yuukk… Simak selengkapanya sebagai berikut.

Pengertian Koordinasi

Pengertian-Koordinasi

Koordinasi merupakan menyeimbangkan sebuah aktivitas kerja dalam satu pihak kepihak lain yang bertujuan untuk mencapai sebuah tujuan dan berakhir dalam tujuan bersama.

Syarat untuk sebuah koordinasi adalah bahwa kedewasaan harus dicapai pada waktu yang tepat sehingga tidak akan mempengaruhi kinerja dan kewajiban dengan masing-masing pihak, dan bahwa dalam komunikasi harus selalu terjadi baik dalam partai maupun dalam sebuah kerangka kerja yang luas, karena kemajuan telah dibuat pada satu pihak.

Baca Juga : Kalimat Tunggal

Pihak lain akan menyadari bahwa sebuah informasi dan hal terakhir ialah selalu berpegang pada tujuan agar tidak dapat mengubah situasi dalam suatu organisasi.

Jenis – Jenis Koordinasi

Menurut Handayaningrat, pada sebuah jenis koordinasi yang dapat didasarkan pada sebuah hubungan antara pejabat yang dapat dikoordinasikan dengan petugas yang terkoordinasi, dapat dibedakan menjadi 2, yakni:

1. Koordinasi Eksternal

Jenis koordinasi tersebut dapat mencakup sebuah jenis koordinasi yang bersifat fungsional di mana koordinasi eksternal bersifat diagonal dan horizontal.

  • Koordinasi diagonal bersifat eksternal.
  • Koordinasi eksternal bersifat horisontal.

2. Koordinasi Internal

Terdiri dari koordinasi horizontal, koordinasi vertikal, dan koordinasi diagonal.

  • Koordinasi Struktural atau Koordinasi Vertikal
    Jenis koordinasi ini mempunyai sifat hierarkis, karena keduanya berada dalam baris perintah.

    Misalnya:
    Koordinasi dapat dilakukan dengan manajer penjualan kepada koordinator penjualan yang berada pada unit kerja.
  • Koordinasi Diagonal
    Jenis koordinasi tersebut dapat terjadi antara pihak-pihak yang akan menempati sebuah tingkat atau posisi jabatan yang berbeda akan tetapi tidak pada baris pada perintah yang sama.

    Misalnya:
    Koordinasi antar manajer produksi dan manajer pemasaran sebagai meningkatkan kualitas sebuah produk pada perusahaan.
Baca Juga :  Teknologi WAN

Baca Juga : Konjungsi Antarkalimat

  • Koordinasi Fungsional atau Koordinasi Horizontal
    Jenis koordinasi tersebut dapat terjadi antara pihak-pihak yang mempunyai sebuah posisi yang serupa atau sama. Keduanya memiliki tanggung jawab dan tanggung jawab terkait, sehingga diperlukan koordinasi.

    Misalnya:
    Koordinasi antara manajer produksi dan manajer personalia untuk menarik karyawan baru pada departemen sebuah produksi.

Karakteristik Koordinasi Yang Efektif

Ada beberapa fitur koordinasi yang efektif, di antaranya:

  • Tidak terdapat tumpang tindih tugas.
  • Semua pihak telah berkomitmen.
  • koordinator proaktif dan kepentingan koperasi.
  • Tidak ada yang peduli tentang kepentingannya kelompok atau sendiri.
  • Tujuan koordinasi agar tercapai dengan kepuasan semua kepentingan.
  • Informasi tentang sebuah keputusan dapat cepat diteruskan pada semua pihak yang terlibat dalam sebuah sistem koordinasi.
  • Semua masalah dapat diselesaikan dan dipecahkan.
  • Mempunyai sebuah laporan tertulis yang lengkap dan terperinci dari masing-masing pihak.
  • Tidak ada pihak yang dirugikan dalam sebuah koordinasi.
  • Dapat dilakukan tepat secara waktu.

Manfaat koordinasi

  • Hindari pendapat bahwa sebuah organisasi atau posisi tersebut ialah yang terpenting.
  • Hindari emosi yang longgar antara unit organisasi atau antara pejabat dalam sebuah organisasi.
  • Dengan koordinasi, kemungkinan konflik antara unit organisasi atau antara pegawai negeri dapat dihindari.
  • Koordinasi dapat menghindari penyitaan fasilitas.
  • Mencegah kemungkinan lowongan dari tugas resmi.
  • Menghindari kemungkinan kesamaan dalam pekerjaan suatu kegiatan unit organisasi atau kesetaraan kerja dengan tugas pegawai negeri.
  • Meningkatkan kesadaran di antara para pejabat untuk saling menginformasikan masalah yang mereka hadapi, untuk mencegah keselamatan diri mereka sendiri dengan mengorbankan pejabat lainnya.
  • Pastikan ada langkah serupa di antara pegawai negeri.
  • Koordinasi dapat memastikan kesetaraan para pejabat.
  • Untuk meningkatkan kesadaran di antara para pejabat tentang bantuan timbal balik, khususnya para pejabat di unit organisasi yang sama.
Baca Juga :  Konjungsi Kronologis

Koordinasi normatif terkait erat dalam sebuah proses dimana antara pihak atau lingkungan dalam kegiatan masing-masing, keberhasilan terhadap masing-masing pihak sangat didukung dengan satu sama lain, dan oleh karena itu di setiap organisasi kunci keberhasilan dalam mencapai langkah tujuan adalah koordinasi yang benar dan baik.

Demikian artikel yang dapat kami ringkas yaitu mengenai Pengertian Koordinasi. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan dapat membantu Anda.

Hutang Jangka Pendek

Pak Guru
6 min read

Pengertian Aset Tetap

Pak Guru
5 min read

Administrasi Text

Ika Evitasari
2 min read
SELAMAT DATANG
Selamat Membaca Artikel yang Kami Bagikan, Semoga Dapat Membantu, Kritik dan Saran Silahkan Hubungi Kami [email protected]