Pengertian Aset Tetap

8 min read

Pengertian Aset Tetap Pada kesempatan kali ini pakguru.co.id akan membahas pengertian aktiva tetap, ciri-ciri aktiva tetap, metode-metode penyusutan aktiva, pemilikan aktiva tetap, Pertukaran aktiva tetap, pemberhentian aktiva tetap dan contoh soal beserta pembahasannya secara detail dan mudah dipahami,

Jika kalian ingin memahami tentang aset tetap dan cara mencatat jurnal Aset tetap, kalian dapat membaca penjelasan artikel yang ada dibawah ini..

Pengertian Aset Tetap

Aset tetap adalah aset berwujud yang dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa, untuk disewakan kepada pihak lain, atau untuk tujuan administratif, dan diharapkan untuk digunakan selama lebih dari satu periode (PSAK 16).

Aset tetap atau aktiva tetap yang akan dibahas telah disesuaikan dengan PSAK berbasis IFRS (International Financial Reporting Standars).

PSAK 16 (revisi 2007) memberikan panduan mengenai difinisi, pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan terkait dengan aset tetap.

Dalam posisi keuangan aset tetap dikelompokkan sebagai Aset Tidak Lancar, umumnya mempunyai nilai yang besar dalam komponen aset secara keseluruhan, terutama pada perusahaan manufaktur yang padat modal.           

Ciri-Ciri Aset Tetap

Aset tetap dibeli oleh perusahaan untuk menghasilkan atau mengirimkan barang atau jasa, untuk disewakan kepada pihak ketiga atau untuk penggunaan perusahaan itu sendiri.

Istilah “investasi” dalam aset tetap berarti bahwa aset ini tidak habis atau dijual pada tahun akuntansi. Sebagai aturan umum, aset tetap memiliki bentuk fisik dan ditunjukkan pada neraca sebagai aset tetap.

Aset tetap pada awalnya dicatat sebagai aset dan kemudian dikenakan jenis transaksi akuntansi umum seperti:

  • Depresiasi berkala (untuk properti, pabrik dan peralatan) atau depresiasi (untuk aset tidak berwujud)
  • Penurunan nilai (ketika nilai aset jatuh di bawah nilai buku bersih)
  • Penjualan (setelah penjualan aset)

Ketika perusahaan membeli atau menjual properti, pabrik, dan peralatan, itu harus dicatat dalam laporan arus kas. Membeli aset tetap adalah arus keluar dana bagi perusahaan, sementara menjual aset tetap adalah aliran dana masuk.

Jika nilai aset jatuh di bawah nilai buku bersihnya, aset tersebut mengalami penurunan nilai. Dengan cara ini, nilai aset tetap yang diakui dalam neraca dikoreksi ke bawah karena nilainya dianggap terlalu tinggi dibandingkan dengan nilai pasar.

Ketika suatu aset telah mencapai akhir masa manfaatnya, biasanya dijual dengan nilai sisa, yang merupakan nilai estimasi aset ketika aset ditarik dan dijual sebagian. Dalam beberapa kasus, aset mungkin kedaluwarsa dan tidak lagi layak untuk dijual.

Dalam hal ini, perusahaan umumnya menyumbangkan aset tanpa dibayar untuknya. Terlepas dari apakah itu dijual atau tidak, aset tetap harus dihapuskan dari laporan keuangan tahunan, karena perusahaan tidak lagi menggunakannya.

Catatan: Dengan secara otomatis memantau dan merencanakan pemeliharaan aset, sistem manajemen aset dapat membantu memperpanjang umur aset tetap Anda.

Contoh Aset Tetap atau aktiva tetap

Contoh aset tetap atau aktiva tetap adalah:

pengertian aset tetap
  • tanah
  • gedung
  • peralatan
  • kendaraan
  • mesin
Baca Juga :  Kromosom Adalah

Ciri Ciri Aset Tetap

Aset tetap pada awalnya dicatat sebesar biaya perolehannya, yaitu harga beli atau harga faktur ditambah dengan pengeluaran-pengeluaran lain yang berhubungan dengan pembelian aktiva tersebut hingga aktiva siap pakai dan dikurangi dengan potongan-potongan.

Menurut PSAK 16 Biya perolehan adalah jumlah kas atau setara kas yang dibayarkan atau nilai wajar dari imbalan lain yang diserahkan untuk memperoleh suatu aset pada saat perolehan atau konstruksi.

Jika dapat diterapkan, jumlah yang diatribusikan ke aset pada saat pertama kali diakui sesuai dengan persyaratan tertentu dalam PSAK lain, misalnya PSAK 53 (revisi 2010): Pembayaran Berbasis Saham

Pemilikan Aset Tetap

 Cara pemilikan aset tetap

Untuk memiliki aset tetap dapat ditempuh beberapa cara, diantaranya :
1. Membeli (PSAK 16):
~ Tunai
~ Kredit angsuran

2. Hasil pertukaran:
~ Antar aktiva tetap (PSAK 16)
~ Dengan surat berharga (PSAK 53)

3. Dari hadiah / donasi dari pemerintah (PSAK 61)

4. Membuat sendiri (PSAK 16)

Contoh soal

Perhatikan contoh di bawah ini :

Untuk memperoleh mesin baru,
Harga faktur                 Rp 49.000.000,00
Biaya pengiriman        Rp   1.000.000,00
Biaya pemasangan      Rp   1.500.000,00
Biaya lain-lain              Rp      500.000,00
Potongan tunai            (Rp   2.000.000,00)
Jumlah                          Rp 50.000.000,00

Alternatif untuk memperleh mesin tersebut sebagai berikut :
1.   Dibeli dan dibayar tunai
2.   Dibeli dengan kredit angsuran,
~ Uang muka Rp 7.000.000,00
~ Biaya di luar faktur dibayar tunai
~ Jumlah angsuran 20 kali tiap-tiap bulan
~ Tingkat bunga 12% per tahun
3.   Mesin diperoleh dengan mengeluarkan saham biasa, dengan ketentuan :
~ Biaya-biaya di luar harga faktur dibayar tunai, yaitu sebesar
Rp. 3.000.000,00
~ Untuk harga faktur, dikeluarkan saham 2.250 lb, nominal Rp 20.000
per lembar
4.   Mesin diperoleh sebagai hadiah, hanya saja biaya-biaya di luar harga
faktur dibayar tunai, yaitu sebesar Rp 3.000.000,00

Pembahasan untuk contoh soal diatas sebagai berikut:

Jurnal yang diperlukan:

1.   Bila dibeli secara tunai :

*MesinRp    50.000.000,00
      K a sRp   50.000.000,00

2.   Bila dibeli secara kredit angsuran :

*MesinRp    50.000.000,00
      K a sRp   10.000.000,00
      Utang angsuranRp   40.000.000,00

Jurnal angsuran pertama dan seterusnya sbb :

       Angsuran 1 :

*Utang angsuranRp      2.000.000,00
 Beban bungaRp         400.000,00
      K a sRp      2.400.000,00
pokok angsuran

Penyusutan Aset Tetap

Untuk menghitung penyusutan Aktiva Tetap, pada umumnya umur aset diatas 1 tahun atau 1 periode.

Pengertian Penyusutan aset tetap

Penyusutan adalah : Alokasi biaya perolehan aset tetap menjadi biaya setiap periode akuntansi.


Penyusutan untuk aset tetap disebut : depresiasi sedangkan untuk aset tak berwujud disebut : amortisasi.

Metode Penyusutan

Faktor-faktor yang menentukan penyusutan :

  • Biaya perolehan (cost)
  • Nilai sisa / residu      
  • Taksiran umur ekonomis                         
Baca Juga :  Daun Bawang Merah

      Metode Penyusutan :

  • Metode garis lurus (straight line method)
  • Metode jumlah unit produksi (productive output method)
  • Metode jam jasa (service hours method)
  • Metode beban berkurang (reducing charge method) atau penyusutan dipercepat, terdiri dari :
    ~ Saldo menurun berganda (double declining balance)
    ~ Jumlah angka tahun (sum of years digits)

Contoh soal penyusutan Aktiva Tetap

Contoh,  Penyusutan aset tetap :

      Diketahui :

  •       Jenis aset                                     :            Mesin2002
  •       Biaya perolehan                         :            Rp 11.500.000,00
  •       Nilai sisa / residu                        :            Rp   1.500.000,00
  •       Umur ekonomis                          :            5 tahun
  •       Kapasitas produksi                     :            20.000 unit produk   

Diminta :

Hitung beban penyusutan per tahun untuk masing-masing metode (tahun 2020 & tahun 2021)

Pembahasa:

Metode Garis Lurus

Besar penyusutan tiap tahunnya sama

            Rumus :

metode garis lurus

            Beban penyusutan tahun 2020 :

penyusutan th 2020

            Beban penyusutan tahun 2021 :

penyusutan th 2021

Metode Unit Produksi

Besar penyusutan tiap tahun tergantung besarnya produk yang dihasilkan, semakian besar produk yang dihasilkan, maka beban penyusutanpun semakian besar.

            Rumus :

metode unit produksi

Diketahui produksi tahun 2020 sebanyak 2.500 unit dan tahun 2021 sebanyak 3.500 unit

           

Beban penyusutan tahun 2020 :

unit produksi th 2020

Beban penyusutan tahun 2021 :

unit produksi th 2021

Metode Saldo Menurun Berganda

Besar penyusutan tiap tahunnya semakin menurun / mengecil

            Rumus :

Beban penyust. pert th = Tarif Penyust. x (Beban Pokok – Akum. Penyusutan)

contoh soal aset tetap

Beban penyusutan tahun 2021 :

      40%  x  (Rp 11.500.000,00 – Rp 4.600.000,00 )        =       Rp 2.760.000,00

Metode Jumlah Angka Tahun

Besar penyusutan tiap tahunnya juga semakin menurun / mengecil seperti halnya pada metode saldo menurun berganda.

rumus aset tetap

Pengukuran Setelahnya

Dalam kebijakan akuntansi dalam hal pengukuran aset tetap, perusahaan harus memilih:

  • biaya (cost model)
  • Model Revaluasi (revaluation model)

Model Biaya

Perhatikan contoh di bawah ini:

Diketahui per 1 Januari 2020:
Mesin                                                  Rp 90.000.000 (D)
Akumulasi penyusutan mesin Rp 27.000.000 (K)

Pada akhir tahun (31 Desember 2020):
Mesin susut Rp 90.000.000 / 10 th  =  Rp 9.000.000
Diperkirakan terdapat kerugian penurunan nilai mesin Rp 3.000.000


Jurnal yang diperlukan per 31 Desember 2020:

Beban Penyusutan Mesin Rp 9.000.000
Akumulasi penyusutan mesin Rp 9.000.000

Rugi penurunan nilai Rp 3.000.000
Akumulasi rugi penurunan nilai* Rp 3.000.000

      * mengurangi aset tetap di posisi keuangan

Model Revaluasi

Diperlukan nilai wajar untuk revaluasi dan tidak harus dilakukan setiap tahun tergantung pergerakan nilai wajarnya.
Hasil revaluasi bisa menguntungkan (surplus) bisa juga sebaliknya terjadi kerugian penurunan nilai

Perhatikan contoh di bawah ini:

Diketahui per 1 Januari 2020:
Mesin                                         Rp 90.000.000 (D)
Akumulasi penyusutan mesin Rp 27.000.000 (K)

Pada akhir tahun (31 Desember 2020):
Mesin susut Rp 90.000.000 / 10 th  =  Rp 9.000.000
Nilai wajar pada akhir tahun ini untuk mesin Rp 66.000.000

Jurnal yang diperlukan per 31 Desember 2020:

Beban Penyusutan Mesin Rp 9.000.000
Akumulasi penyusutan mesin Rp 9.000.000
(mencatat penyusutan mesin tahun 2020)

Metode Proposional:

Mesin Rp 20.000.000
Akumulasi penyusutan mesin Rp 8.000.000
Surplus Revaluasi Rp 12.000.000

Baca Juga :  Teknik Komputer Dan Jaringan (TKJ)

      Keterangan:

  • Surplus rev adalah selisih nilai wajar dengan nilai buku: Rp 66.000.000 – 54.000.000 = Rp 12.000.000
  • Mesin dicatat sebesar kenaikan dari biaya perolehan semula dengan nilai gross up
  • Nilai gross up: 10/6 x Rp 66.000.000  =  Rp 110.000.000
  • Penambahan beban pokok mesin:  Rp 110.000.000 – Rp 90.000.000  =  Rp 20.000.000

Beban Penyusutan Mesin Rp 9.000.000
Akumulasi penyusutan mesin Rp 9.000.000
(mencatat penyusutan mesin tahun 2020)

Metode Eliminasi:

Akumulasi penyusutan mesin Rp 36.000.000
Mesin Rp 36.000.000

Mesin Rp 12.000.000
Surplus Revaluasi Rp 12.000.000

Keterangan:
Pada metode eliminasi jurnal revaluasi ada 2, pertama untuk menghapus aset tetap sebesar saldo akumulasi penyusutannya dan jurnal kedua untuk mencatat surplus revaluasi.

Pertukaran Aktiva Tetap

Pertukaran yang dimaksud adalah pertukaran antara aktiva tetap lama dengan aktiva tetap lainnya, baik yang sejenis maupun yang tidak sejenis.
a. Pada pertukaran aktiva tetap tidak sejenis

Contoh 1.

Dalam pertukaran, penilaiaan aktiva lama dianggap sama dengan harga pasarnya. Pda awal tahun Ke-8 kendaraan ditukar dengan kendaraan baru, data yang diperlukan sebagai berikut:

Harga pokok kendaraan Rp 100.000.000 dan telah mengalami penyusutan selama 7 tahun Rp 70.000.000 (=7 x Rp 10.000.000), ditukar dengan kendaransinperusahaan harus menambah uang tunai sebesar Rp 124.000.000 (artinya kendaran perusahaan diakui Rp 26.000.000 yaitu harga mesin baru Rp 150.000.000 dikurangi dengan uang tunai yang ditambahkan Rp 24.000.000

Perhitungan pertukaran aktiva tetap:

Jurnal pertukaran aktiva tetap:

Jurnal Contoh 1:

 MesinRp 150.000.000 
 Akumulasi penyusutan kendaraanRp   70.000.000 
Rugi pertukaranRp 4.000.000
      Kendaraan Rp 100.000.000
      Kas Rp  124.000.000


Contoh 2:

Dalam pertukaran, penilaiaan aktiva lama tidak sama dengan harga pasarnya.Misal dari contoh di atas, nilai kendaran perusahaan yang diakui Rp 26.000.000 tersebut harga pasarnya Rp 28.000.000
Dengan demikian ada 2 hal yang perlu diperhatikan:

1. Laba-rugi pertukaran dihitung dari dengan cara membandingkan nilai buku aktiva lama dengan harga pasarnya, Bila harga pasar lebih besar disebut laba, sebaliknya dikatakan Rugi bila harga pasar lebih kecil dibandingkan dengan nilai bukunya.

2. Harga pokok aktiva baru dapat dihitung dengan cara membandingkan kas yang dibayarkan dengan harga pasar aktiva lama.

Jurnal yang diperlukan:

 MesinRp 152.000.000 
 Akumulasi penyusutan kendaraanRp   70.000.000 
Rugi pertukaranRp 2.000.000
      Kendaraan Rp 100.000.000
      Kas Rp  124.000.000


Penghentian Pengakuan

Penghentian pengakuan terjadi pada saat dilepas atau tidak ada lagi manfaat ekonomis, bisa karena dijual, tidak digunakan lagi (dibuang).

Contoh :

Sebuah kendaraan dengan harga perolehan Rp 150.000.000,00 dan setelah dipakai selama 4½ tahun (s/d 31 Desember 2020), pada pertengahan tahun 2002 (1 Juli 2021) ini kendaraan tersebut dijual seharga

Rp 45.000.000. Telah diperhitungkan besar penyusutan Rp 20.000.000,00 per tahun.

      Jurnalnya :

*Beban penyusutan kendaraanRp 10.000.000,00
      Akumulasi penyusutan kendaraanRp  10.000.000,00
 (mencatat penyusutan ½ tahun)  
*K a sRp   45.000.000,00
 Akumulasi penyusutan kendaraanRp 100.000.000,00
 Rugi penjualan aset tetapRp     5.000.000,00
      KendaraanRp 150.000.000,00
 (mencatat penghapusan kendaraan)  

Perhitungan :

 Penyusutan ½ tahun    :   ½  x  Rp 20.000.000,00      =          Rp  10.000.000,00
Biaya perolehan  ………………………………..                Rp 150.000.000,00
Akumulasi penyusutan  :  5 x Rp 20.000.000,00                    =        Rp 100.000.000,00
Nilai buku  …………………………………..                Rp   50.000.000,00
Harga jual   ………………………………………                Rp   45.000.000,00
Rugi penjualan aset tetap                                               Rp     5.000.000,00 

Bila kendaraan lama tersebut dibuang sebagai rongsokan

      Jurnalnya :

*Beban penyusutan kendaraanRp 10.000.000,00
      Akumulasi penyusutan kendaraanRp 10.000.000,00
 (mencatat penyusutan ½ tahun)  
*Akumulasi penyusutan kendaraanRp   100.000.000,00
 Rugi penghentian aset tetapRp     50.000.000,00
      KendaraanRp 150.000.000,00
 (mencatat penghentian aktiva tetap)  

Kesimpulan: Setelah membaca dan mempelajari tentang pengertian aset tetap/aktiva tetap dan contoh soal beserta jawabannya, maka kalian akan memahami cara menghitung penyusutan aktiva tetap dan nilai dari aktiva tetap itu sendiri, serta dapat menetapkan harga pasarnya.

Demikianlah penjelasan tentang pengertian aset tetap diatas, semoga pembahasan didalam artikel ini dapat bermanfaat untuk teman-teman sekalian, Terimakasih.

Cara Menanam Seledri

Pak Guru
2 min read

Hutang Jangka Pendek

Pak Guru
6 min read

Administrasi Text

Ika Evitasari
2 min read
SELAMAT DATANG
Selamat Membaca Artikel yang Kami Bagikan, Semoga Dapat Membantu, Kritik dan Saran Silahkan Hubungi Kami [email protected]