Kutu Air

1 min read

Budidaya Kutu Air – Kutu air sering digunakan untuk memberi makan benih ikan dan ikan hias seperti ikan Cupang Kandungan Wasserfllohproteinine dapat mencapai 66% dan 6% lemak. Oleh karena itu cocok untuk benih ikan yang masih tumbuh.

Jenis kutu air yang paling mudah dibudidayakan dan tersedia banyak benih adalah Daphnia dan Moina. Kedua jenis kutu air ini termasuk dalam famili Arthopoda, kelas krustasea dan ordo Caldocera.

Beberapa Jenis Kutu Air

Kutu Air

1. Jenis daphnia

  • Daphnia berbentuk oval agak datar dalam ukuran sekitar 1-5 mm. Daphnia warna tubuh coklat kemerahan. Kepala memiliki dua antena dan ekor yang runcing. Di kolam, koloni Daphnia tampak seperti titik-titik merah yang berenang berkelompok di permukaan air. Daphnia terjadi di perairan air tawar seperti danau, rawa, waduk, kolam dan sungai.
  • Daphnia dapat berkembang biak secara seksual atau aseksual. Dalam pengembangan budaya aseksual, Moina akan menghasilkan telur yang dapat menetas tanpa pembuahan. Sementara dalam perkawinan seksual pria dan wanita pasangan ayah dan ayah anak.
  • Siklus hidup Daphnia adalah sekitar 34 hari dan dapat membawa anak-anak ke dunia setiap hari. Daphnia bertelur atau melahirkan sekitar 39 hewan setiap hari.

Baca Juga : Cara Budidaya Jamur Kuping

2. Jenis Moina

  • Ukuran tubuh Moina lebih kecil dari Daphnia dan terletak antara 0,9 dan 1,8 mm. Warna tubuhnya coklat kemerahan. Di perut ada 10 getar atau silia, dan ditutupi punggung dengan rambut kasar. Secara alami, koloni daphnia biasanya dicampur dengan moina, sehingga kedua jenis zooplankton ini sulit dibedakan pada pandangan pertama.
  • Moina ditemukan di semua air tawar seperti danau, rawa, waduk dan kolam. Suhu air ideal untuk pertumbuhan moina adalah antara 24 dan 30 ° C pada pH 6,5 hingga 7,5.
Baca Juga :  Cara Menanam Wortel

Budidaya Kutu Air

Akuakultur Daphnia dan Moina dapat diperlakukan sama. Karena habitat, jenis makanan dan ras relatif sama. Benih Daphnia dan Mioina tersedia di Pusat Benih Ikan Air Tawar (BBAT). Ini juga dicari di perairan seperti danau, kolam, waduk, sawah atau parit.

Kutu air biasanya dikelompokkan di permukaan air. Warnanya coklat kemerahan. Gunakan jaring halus (plankton net) untuk mengambil. Daphnia dan Monia dapat diperbanyak di berbagai media seperti wadah serat atau kolam.

Baca Juga : Budidaya Ikan Gurame

Kolam yang digunakan haruslah basement atau kolam semen dengan tanah. Ukuran kolam tergantung pada kebutuhan dan tidak boleh terlalu besar untuk memudahkan perawatan. Sebelumnya, dasar tambak pertama kali dikalsifikasi untuk menetralkan pH tanah dan menekan organisme patogen. Levelnya adalah sebagai berikut:

  • Pertama, keringkan bagian bawah kolam selama 2-3 hari di bawah sinar matahari. Kemudian lakukan kalsifikasi dengan dosis 1-2 kg / m2.
  • Kemudian tambahkan pupuk untuk menanam pakan plankton sebagai pakan Daphnia dan Moina. Spesies dapat berupa pupuk kandang, seperti kotoran ayam hingga 2 kg / m2. Biarkan selama 3-5 hari.
  • Banjir kolam dengan 30 cm air bersih dan biarkan selama 2-4 hari. Air kolam berubah menjadi coklat kehijauan. Warnanya adalah tanda bahwa plankton dan tanaman kecil lainnya telah berkembang di kolam. Isi kolam dengan air hingga ketinggian 50-60 cm.

Kolam siap ditaburi benih Daphnia dan Moina. Dalam seminggu Anda akan melihat warna kemerahan di permukaan kolam. Ini menunjukkan bahwa kutu air telah berkembang.

Perkembangbiakan kutu air akan memuncak setelah 7-11 hari. Untuk panen, kutu air diambil dengan jaring halus. Cuci kutu dengan air bersih sebelum Anda memberikannya pada ikan.

Baca Juga :  Cara Menanam Jagung

Baik itulah yang dapat kami bagikan pada artikel kali ini mengenai Budidaya Kutu Air, semoga dapat bermanfaat dan membantu Anda semua.

Cara Budidaya Jamur

Pak Guru
6 min read

Daun Bawang Merah

Pak Guru
3 min read

Ular Tikus

Pak Guru
3 min read