Kopi Robusta

3 min read

Budidaya Kopi Robusta – Robusta berasal dari kata ‘robust’, yang berarti kuat, sesuai dengan deskripsi postur (tubuh) atau tingkat ketebalan yang kuat. Kopi robusta bukan spesies karena ia berasal dari jenis Coffea canephora.

Apa itu Kopi Robusta?

Budidaya Kopi Robusta

Robusta adalah varietas tanaman kopi dengan nama ilmiah Coffea canephora. Nama Robusta berasal dari kata “Robust”, sebuah istilah bahasa Inggris yang berarti “Kuat”. Seperti namanya, minuman yang diekstrak dari biji kopi robusta memiliki rasa yang kuat dan cenderung lebih pahit daripada Arabika.

Manfaat Kopi Robusta

Ada banyak manfaat kopi, baik kopi kesehatan hitam dan kopi hijau untuk kecantikan. Berikut manfaat minum kopi terhadap kesehatan:

  • Mengurangi Lemak
  • Dapat mencegah diabetes.
  • Kurangi stres dan depresi.
  • Meningkatkan metabolisme dalam tubuh.
  • Tingkatkan memori.
  • Meredakan sakit kepala.
  • Mencegah kanker kulit
  • Tambahkan antioksidan ke tubuh.
  • Meningkatkan fungsi otak.
  • Merangsang fungsi saraf dan meningkatkan energi.
  • Meredakan sakit kepala.
  • Mencegah Parkinson dan Alzheimer.
  • Mengurangi risiko diabetes tipe II.

Cara Budidaya

Robusta dapat tumbuh di dataran rendah, tetapi lokasi terbaik untuk membudidayakan tanaman ini di ketinggian 400-800 meter di atas permukaan laut. Suhu optimal pertumbuhan kopi robusta berkisar antara 24-30oC dengan curah hujan 2.000-3.000 mm per tahun.

1. Persiakan Lahan Budidaya Kopi Robusta

Kopi robusta sangat cocok untuk tumbuh di daerah tropis basah. Dengan budidaya intensif akan mulai berbuah pada usia 2,5 tahun. Agar berbuah dengan benar, tanaman ini membutuhkan 3-4 bulan waktu kering dalam setahun dengan beberapa curah hujan.

Baca Juga :  Pestisida Organik

Baca Juga : Cara Menanam Kacang Panjang

Tanaman kopi robusta membutuhkan tanah gembur dan kaya akan bahan organik. Keasaman tanah (pH) ideal untuk tanaman ini adalah 5.5-6.5. Kopi robusta direkomendasikan untuk dibudidayakan di bawah naungan pohon lain.

Fungsi utama dari pohon rindang untuk melindungi produksi kopi Robusta adalah untuk mengatur intensitas sinar matahari. Karena tanaman kopi, bahkan tanaman yang terlalu banyak membutuhkan sinar matahari.

Ini juga dapat menjaga tingkat kesuburan tanah dengan membiarkan daun-daun pohon perlindungan jatuh secara tidak langsung ke pupuk alami. Kedua jenis pohon perlindungan tidak membutuhkan perawatan yang rumit. Satu-satunya perawatan adalah memotong dan menipiskan daun untuk mengatur sinar matahari.

2. Memilih Karakteristik Tanaman

Cabang reproduksi atau wiwilan dalam kopi robusta tumbuh tegak. Buah kopi dihasilkan dari cabang utama yang tumbuh secara horizontal. Cabang-cabang utama ini cukup fleksibel untuk membentuk kanopi seperti payung.

Bentuk daunnya bulat seperti telur dengan ujung daunnya menunjuk tumpul. Daunnya tumbuh di batang, cabang dan ranting. Pada batang dan ranting tumbuh tegak lurus dengan susunan daun secara bergantian. Sedangkan pada cabang dan cabang horisontal pasangan daun tumbuh di bidang yang sama. Robusta relatif lebih tahan terhadap karat daun.

Tanaman kopi robusta sudah mulai berbunga pada umur 2 tahun. Bunga tumbuh di cabang ketiak utama. Setiap ketiak ada 3-4 kelompok bunga. Bunga biasanya mekar di awal musim kemarau. Tidak seperti Arabika, bunga Robusta menyerbuki silang.

Buah muda berwarna hijau, setelah itu berubah merah. Meski sepenuhnya matang, buah robusta menempel kuat pada batangnya. Periode dari berbunga hingga buah siap panen berkisar 10-11 bulan.

Tanaman kopi robusta memiliki akar yang dangkal. Karena itu perlu tanah subur dan kaya akan kandungan organik. Tanaman ini juga cukup sensitif terhadap kekeringan.

Baca Juga :  Budidaya Kroto

Baca Juga : Cara Budidaya Ikan Gurame

3. Jenis Bahan Kopi Robusta

Kopi robusta diperoleh dari berbagai spesies, terutama Canephora. Mungkin sumber bibit tanaman untuk Robusta karenanya tidak disebut sebagai varietas, tetapi sebagai klon.

Mirip dengan varietas Arabika, klon unggul Robusta dikembangkan di Indonesia oleh Pusat Penelitian Koka.

Berikut adalah beberapa jenis kopi Robusta :

  • Bp308 clone. Klon ini adalah tanaman unggul yang tahan terhadap serangan nematoda. Fitur lain dari klon Robusta ini adalah infertilitasnya terhadap tanah tandus. Dianjurkan untuk menggunakan BP308 sebagai rimpang, sedangkan batang atas dihubungkan dengan klon lain yang disesuaikan dengan agroklimat lokal.
  • BP42 clone. Klon jenis ini memiliki produktivitas 800-1200 kg / ha / tahun. Perawakan sedang dengan banyak cabang dan segmen pendek. Buah yang dihasilkan besar dan dompolannya kencang.
  • SA436 clone. Memiliki produktivitas yang cukup tinggi dan mencapai 1.600-2.800 kg / ha / tahun. Bentuk biji klon ini kecil dan ukurannya tidak seragam.
  • BP234 clone. Produktivitasnya adalah 800-1200 kg / ha / tahun. Tubuh ramping dengan cabang panjang dan fleksibel. Biji-bijian buah agak kecil dan tidak seragam besar.
  • Kopi Robusta dijual dengan harga lebih murah dari Arabika di pasaran. Ini berdampak negatif bagi petani. Untuk menghemat biaya produksi, petani Robusta mengabaikan penanganan pasca panen. Sebagai gantinya, kualitas kopi yang dihasilkan rendah.
  • Aroma Robusta tidak sekuat Arabika, dengan ketebalan (tubuh) sedang sampai kuat dan rasanya pahit. Kandungan kafein dari Robusta lebih dari dua kali lipat dari Arabica, yaitu sekitar 1,7-4%.

Perdagangan Kopi Robusta

Sekitar 99% perdagangan kopi dunia dicatat oleh Robusta dan Arabica. Kopi robusta diproduksi sebagian besar di negara-negara Asia-Pasifik dan Afrika, sedangkan kopi Arabika terutama diproduksi di negara-negara Amerika Selatan. Produsen Robusta terbesar adalah Vietnam.

Baca Juga :  Cara Menanam Mangga Alpukat

Perkembangan perdagangan Robusta adalah paradoks. Pada 1950-an, ketika pertama kali diperdagangkan di London Stock Exchange, tingkat harga sebanding dengan Arabika. Pada saat ini, pangsa pasar kopi Robusta adalah 25-30% dan Arabika 70-75%.

Baca Juga : Cara Budidaya Jamur Tiram

Situasi mulai berubah ketika produksi kopi robusta meningkat. Saat ini, di mana pangsa pasar naik di atas 30%, harga telah turun hampir setengahnya di bawah Arabika. Tentu saja, ini sangat mengkhawatirkan mengingat lebih dari 80% produksi kopi Indonesia berasal dari Robusta.

Demikian pembahasan dari kami mengenai Budidaya Kopi Robusta semoga bermanfaat ya dan selamat mencoba dan menik mati kopi nya,, 🙂

SELAMAT DATANG
Selamat Membaca Artikel yang Kami Bagikan, Semoga Dapat Membantu, Kritik dan Saran Silahkan Hubungi Kami [email protected]