Keamanan Jaringan

2 min read

Keamanan Jaringan – Atau yang biasa disebut dengan keamanan jaringan, biasanya dilakukan untuk mencegah dan memantau akses yang tidak terjadi. Selengkapnya akan dijelaskan pada artikel di bawah sebagai berikut.

Definisi Keamanan Jaringan

Baca Juga : Jaringan Saraf

Keamanan-Jaringan

Keamanan Jaringan adalah pencegahan dan identifikasi pengguna yang tidak sah pada komputer. Intinya adalah penyusup yang ingin mengakses setiap bagian dari sistem jaringan komputer.

Tugas keamanan jaringan dikendalikan oleh administrator jaringan. Aspek keamanan didefinisikan sebagai berikut :

  • Memproduksi pihak yang tidak sah yang memasukkan benda palsu ke dalam sistem. Contohnya adalah mengirim pesan palsu ke orang lain.
  • Otentikasi mensyaratkan bahwa pengirim suatu informasi dapat diidentifikasi dengan benar dan bahwa adanya jaminan bahwa identitas yang diperoleh tidak dapat dipalsukan.
  • Kerahasiaan membutuhkan informasi (data) hanya dapat dilihat oleh pihak yang berwenang.
  • Ketersediaan membutuhkan informasi tersedia untuk pihak-pihak yang berhak melakukannya ketika diperlukan.
  • Integritas membutuhkan informasi yang hanya dapat diubah oleh pihak yang berwenang.
  • Nonrepudiation mengharuskan pengirim dan penerima informasi tidak dapat menolak sebagai mengirim dan menerima pesan.

Serangan keamanan dapat dibagi menjadi empat kategori utama yaitu:

  • Intersepsi Pengguna yang tidak sah memiliki akses ke aset. Pihak yang dimaksud mungkin orang lain, program lain atau sistem lain. Misalnya ialah intersepsi data dalam jaringan.
  • Ubah Orang yang tidak berwenang dapat mengubah aset. Misalnya perubahan pada program yang tidak berjalan dengan benar, termasuk perubahan nilai dalam file data, dan perubahan pada pesan yang dikirim melalui jaringan.
Baca Juga :  Pengertian Hardware

Baca Juga : Sistem Operasi Google Android

  • Gangguan aset suatu sistem sedang diserang sehingga tidak lagi tersedia atau tidak dapat lagi digunakan pada pihak yang berwenang. Seperti modifikasi atau penghancuran perangkat keras atau saluran jaringan.

Jenis Keamanan Jaringan

1. Otentikasi

Ialah memasukkan perangkat, sistem operasi, aktivitas, aplikasi, dan identitas pengguna yang terhubung ke jaringan komputer dengan memasukkan nama pengguna dan kata sandi saat masuk ke jaringan.

Tahapan Otentikasi :

  • Otentikasi untuk menemukan lokasi melalui koneksi data dan lapisan jaringan.
  • Otentikasi untuk menentukan proses yang berjalan di sesi dan lapisan presentasi.
  • Otentikasi untuk mengenal pengguna dan aplikasi yang akan digunakan (level aplikasi).

2. Enkripsi

Ialah teknik pengkodean data yang dapat berguna untuk file atau mengelola data. Enkripsi diperlukan sebagai memastikan data kerahasiaan.

3. VPN (Virtual Private Network)

Ialah sebuah jaringan komunikasi lokal yang dapat menghubungi lewat media jaringan. Fungsi memperoleh komunikasi (pribadi) yang aman melalui Internet.

Kriteria Yang Harus Dipenuhi VPN :

  • User Authentication
    VPN harus dapat mengklarifikasi identitas klien. VPN dapat memantau aktivitas klien, di mana, termasuk kapan, dan berapa lama klien mengakses jaringan dan jenis sumber daya apa yang sedang diakses.
  • Key Management
    Data yang dikirimkan melalui jaringan harus dibuat sedemikian rupa sehingga tidak dapat dibaca oleh orang yang tidak berwenang.
  • Multiprotocol Support
    harus dapat membuat dan memperbarui kunci enkripsi untuk server dan klien.

Baca Juga : Sistem Operasi UNIX

  • Address Managenement
    VPN harus bisa memasukkan alamat pelanggan di Internet dan memastikan bahwa alamat tersebut tetap rahasia.

Dukungan multi-protokol harus dapat menangani berbagai protokol di jaringan publik seperti IP dan IPX.

4. DMZ (De-Militarized Zone)

Ialah sistem untuk server yang melindungi sistem internal dari serangan peretas. DMZ bekerja dengan semua layanan jaringan dasar yang memerlukan akses ke jaringan. Jadi, jika seseorang mencoba meretas server dengan sistem DMZ, peretas hanya host host saja.

Baca Juga :  Pengertian Motherboard

Jenis Gangguan Keamanan Jaringan

  • Carding
    pencurian data identitas bank seseorang, seperti pencurian nomor kartu kredit, digunakan sebagai menggunakan saldo pada akun untuk keperluan belanja online.
  • Hacking
    Dalam bentuk kerusakan pada infrastruktur sebuah jaringan yang ada, misalnya kerusakan pada sistem server.
  • Deface
    Mengubah tampilan situs web dengan tidak benar. Pencurian kartu, pencurian data tentang identitas bank Anda sendiri, seperti pencurian nomor kartu kredit, digunakan untuk menggunakan saldo kredit pada akun untuk keperluan belanja online.
  • Physing
    Pengumpulan fisik dalam bentuk pemalsuan data resmi terjadi sehubungan dengan penggunaan data ini.

Demikian artikel yang dapat kami sampaikan yaitu tentang Keamanan Jaringan. Semoga bermanfaat untuk Anda.

SELAMAT DATANG
Selamat Membaca Artikel yang Kami Bagikan, Semoga Dapat Membantu, Kritik dan Saran Silahkan Hubungi Kami [email protected]