Jaringan Saraf

2 min read

Jaringan Saraf – Di dalam artikel ini, akan membahas tentang jaringan saraf yang terdiri dari pengertian, jenis, ciri-cirinya, dan strukturnya. Yukk… Simak selengkapnya di bawah sebagai berikut.

Pengertian Saraf

Saraf

Baca Juga : Jaringan Epitel

Saraf merupakan serat yang dapat menghubungkan sebuah organ tubuh ke sistem saraf pusat (yaitu otak dan sumsum tulang belakang) dan antara dari bagian lain dari sistem saraf. Saraf dapat membawa impuls ke dan dari otak atau pusat saraf. Neuron kadang-kadang disebut dengan sel saraf, meskipun istilah ini sebenarnya ialah salah karena banyak neuron tidak dapat membentuk sebuah saraf.

Saraf ialah bagian dari sebuah sistem saraf perifer. Saraf aferen mentransmisikan sinyal sensorik pada sistem saraf pusat, sedangkan saraf eferen mentransmisikan sinyal dari sistem saraf pusat ke otot dan kelenjar. Sinyal-sinyal ini sering disebut sebagai impuls saraf atau potensi akson.

Jaringan Saraf

jaringan-saraf

Jaringan Saraf adalah sebuah jaringan yang di dalam tubuh makhluk hidup sebagai mengirimkan impuls yang diterima dari sistem saraf perifer ke sistem saraf pusat dan dari sistem saraf pusat ke organ lain. Itu sebabnya kita dapat merasakan sakit, menghirup aroma, dan mencicipi rasa makanan.

Semua tindakan manusia dan hewan dilakukan melalui sistem saraf otak atau sumsum tulang belakang. Otak akan berpikir dan merespons semua tindakan manusia. Kegiatan semua orang dikendalikan oleh sistem saraf.

Jenis – Jenis Sel Saraf

Berdasarkan dengan mengirimkan implus dan posisinya pada sel lain, sel saraf dapat dibagi menjadi tiga jenis. Jenis sel saraf ialah sel saraf sensorik (neuron sensorik), sel saraf motorik (neuron motorik) dan sel saraf penghubung (neuron intermediat).

  • Sel Saraf Sensorik (Neuron Sensorik)
    Sel-sel saraf sensorik ialah sel-sel saraf yang mengirimkan impuls (reseptor) dari reseptor (reseptor) ke sel-sel saraf dan dapat menghubung atau sistem saraf pusat (sumsum tulang belakang dan otak). Sel-sel saraf ini mempunyai tubuh sel yang berkumpul menjadi ganglia dan terhubung ke sumsum tulang belakang.
  • Sel Saraf Motorik (Neuron Motor)
    Sel-sel saraf motorik ialah sel-sel saraf yang mengirimkan impuls dalam bentuk perintah dari sistem saraf pusat ke jaringan otot dan kelenjar untuk merespons.
Baca Juga :  Pengertian Anamnesa

Baca Juga : Jaringan Tumbuhan

  • Sel Saraf Penghubung (Neuron Intermediat)
    Sel-sel saraf ikat ialah sel-sel saraf yang dapat membentuk hubungan antara sel-sel saraf sensorik dan sistem saraf pusat atau antara saraf pusat dan sel saraf motorik. Sel-sel saraf ikat terjadi di hampir semua bagian tubuh dan menjadi jalur saraf koordinasi.

Ciri – Ciri Sel Saraf

  • Sel-sel saraf yang menyebar ke seluruh tubuh hewan.
  • Neuron terdiri atas dendrit, badan sel dan akson.
  • Jaringan neuron terdiri dari sel-sel saraf (neuron) yang mempunyai sebuah karakteristik tersendiri dan garis sitoplasma yang panjang.
  • Dalam sel neuron, sitoplasma mengandung ribosom, badan Golgi, retikulum endoplasma dan mitokondria. Neuron diberi makan oleh sel-sel neuroglia yang mengelilinginya.
  • Sel saraf terdiri dari sel neuroglia di sistem saraf pusat.

Struktur Sel Saraf

1. Sel Tubuh

Ialah komponen terbesar sel-sel saraf. Di dalamnya terdapat nukleus dan sitoplasma yang bujur dan bercabang. Tubuh sel bertindak sebagai reseptor impuls (rangsangan) dari cabang sitoplasma bercabang (Dendri) ke akson.

2. Dendrit

Ialah kelompok serat sel saraf pendek yang merupakan cabang halus dan merupakan perpanjangan dari tubuh sel. Dendrit bertindak sebagai reseptor impuls dan mengirimkannya ke tubuh sel.

3. Sitoplasma

Ialah cairan sel yang mengandung banyak protein. Sitoplasma diselimuti oleh sel-sel neurologis, yang juga mendukung sel-sel dalam suplai makanan.

4. Inti Sel (Nukleus)

Ialah inti sel saraf, yang bertindak sebagai pengatur semua aktivitas yang terjadi dalam sel saraf. Nukleus terletak di tengah tubuh sel dan mengapung di antara sitoplasma.

Baca Juga : Jaringan Parenkim

5. Sinapsis

Ialah ujung akson yang mengirimkan impuls ke neuron lain. Sinapsis neuron terhubung ke dendrit neuron lain. Transfer impuls terjadi dengan menghilangkan bahan kimia yang disebut neurotransmitter sebagai impuls baru untuk dendrit di neuron lain.

Baca Juga :  Fungsi Dinding Sel

Neurotransmitter diproduksi oleh kantong yang terletak di ujung akson yang disebut bola akson. Neurotransmitter itu sendiri adalah campuran dari asetilkolin dan kolinesterase yang bertindak untuk memberikan impuls saraf dari sinapsis.

6. Neurit (Akson)

Ialah serat sel saraf panjang yang merupakan ekstensi dari tubuh sel. Akson mengirim pulsa yang telah diproses oleh badan sel melalui sinapsis ke sel saraf lainnya.

Akson dilindungi oleh sarung lingkungan. Selubung ini adalah selaput lemak yang berfungsi melindungi akson dari kerusakan.

7. Sel Schwann

Ialah beberapa vertebrata, akson dalam sel saraf ditutupi oleh sel Schwann. Sel Schwann adalah sel pendukung akson yang memasok makanan ke metabolisme akson dan mendukung regenerasi akson.

Ada hubungan antara satu ekor dan ekor lainnya, yang mempercepat transmisi impuls ke sinapsis. Port ini disebut simpul hujan.

Demikian yang dapat kami sampaikan, yaitu mengenai Jaringan Saraf. Semoga bermanfaat untuk Anda.

Jaringan Pada Daun

Ika Evitasari
2 min read

Jaringan Pengangkut

Ika Evitasari
2 min read

Jaringan Dasar

Ika Evitasari
2 min read
SELAMAT DATANG
Selamat Membaca Artikel yang Kami Bagikan, Semoga Dapat Membantu, Kritik dan Saran Silahkan Hubungi Kami [email protected]