Jaringan Ikat

2 min read

Jaringan Ikat – Terdapat pengertian, struktur, fungsi, dan penjelasan nya. Berikut adalah penjelasan nya.

Pengertian Jaringan Ikat

Jaringan-Ikat

Baca Juga : Jaringan Otot

Jaringan Ikat merupakan sebuah ikat yang mempunyai fungsi mengikat dan mendukung bagian lain dari jaringan. Komponen jaringan adalah sel-sel yang tersusun dan menyebar dalam matriks ekstraseluler.

Matriks ini biasanya berupa benda cair dan keras seperti agar dan padatan. Ada beberapa jenis jaringan yaitu jaringan adiposa, jaringan longgar, jaringan berserat, tulang sejati, tulang rawan, dan darah.

Ikat terdiri dari 3 jenis serat. Serat ini merupakan serat elastis, serat kolagen, dan serat bersih. Serat kolagen terbentuk dari protein dan mempunyai sifat kenyal. Meskipun fleksibel, sulit untuk merentangkannya.

Serat kolagen berwarna putih dan berbeda dengan serat elastis dengan warna kuning. Serat ini mempunyai sifat yang tahan terhadap panas, dingin dan enzim pencernaan. Serat retikuler adalah serat ketiga yang membentuk sebuah jaringan. Jenis serat ini kecil dan bercabang untuk membentuk struktur retikulum.

Jenis-Jenis Jaringan Ikat.

Jaringan ikat dibagi menjadi tiga jenis:

  • Jaringan Ikat Sejati
  • Jaringan Ikat Cair
  • Mendukung Jaringan Ikat

1. Jaringan Ikat Sejati

Ikat asli terdiri dari longgar dan jaringan ikat padat. Jaringan longgar mengandung lebih banyak komponen sel daripada serat. Jaringan longgar mengelilingi organ, pembuluh darah dan saraf tubuh. Contoh jaringan ikat longgar adalah mesenterium, membran yang menutupi organ-organ dalam lambung.

Jaringan padat adalah jaringan dengan komponen seluler lebih sedikit daripada serat. Jaringan padat dibagi menjadi dua bagian:

  • Jaringan Padat Yang Teratur
    Misalnya tendon (hubungan antara tulang dan otot) dan ligamen (menghubungkan tulang dan tulang).
  • Jaringan Padat Yang Tidak Teratur
    Misalnya adalah fasia (membran pembentuk otot).

Baca Juga : Jaringan Meristem

Baca Juga :  Jaringan Epitel

2. Jaringan Penghubung Cairan

Jaringan cair terdiri dari darah dan jaringan getah bening berbeda dengan jaringan padat. Pada jaringan darah dapat berperan sebagai sistem kekebalan tubuh dan proses transportasi. Dan pada sebuah jaringan limfoid berperan sebagai sistem kekebalan pada tubuh.

3. Jaringan Ikat Penyokong

Untuk mendukung jaringan adalah jaringan yang berperan dalam pembentukan dan dukungan tubuh. Jaringan ini terdiri dari tulang rawan dan tulang keras.

  • Jaringan Tulang Rawan
    Terdiri dari sel-sel kondrosit. Ada tiga jenis jaringan yang terancam punah, hialin, elastin dan jaringan berserat.
  • Jaringan Tulang Keras
    Terdiri dari sel-sel osteosit. Dan terdiri dari tulang kompak dan tulang berlubang.

Baca Juga : Jaringan Hewan

Struktur Pada Jaringan Ikat

Ada dua struktur atau konstituen dari jaringan dalam tubuh manusia, yaitu matriks dan sel-sel. Di bawah ini kita akan membahas keduanya:

1. Matriks

Adalah dasar untuk menerapkan jaringan ke tubuh. Matriks bahan yang berkelanjutan berdasarkan cairan ekstraseluler. Matriks berikut berisi berbagai serat dan bahan, termasuk:

  • Bahan Dasar
    Komponen dasar dari matriks adalah asam mucopolysaccharide sulfate dan asam hialuronat. Sifat matriks tersebut sangat elastis dan fleksibel ketika asam hialuronat sangat tinggi (sendi) dan akan kaku ketika mucopolysaccharide tinggi (tulang belakang). Fungsinya untuk pelumas dan peredam kejut, mengikat air.
  • Serat Elastis
    Serat elastis juga elastis. Serat ini mempunyai elastisitas benang kuning panjang yang sangat tinggi. Serat ini ditemukan di pembuluh darah, ligamen, dan membran tulang rawan di laring. Terdiri dari elastin, mucopolysaccharides, dan protein yang dikelilingi pada glikoprotein.
  • Serat Kolagen
    Serat matriks terbuat dari karbon, yang tidak elastis dan sangat kuat dan mudah robek bila akan ditarik terlalu lama. Serat ini digunakan sebagai dapat menghubungkan tulang ke otot yang biasanya ditemukan pada tendon. Selain tendon, terdapat kulit dan tulang. Susunan paling penting dari matriks serat berperasaan adalah 25% dari total protein dalam tubuh.
  • Serat Retikuler
    Serat ini sangat rentan karena sangat tipis dan bercabang. Serat reticular terdiri atas serat kalsit. Elastisitas yang sangat rendah membuat serat ini sangat rentan terhadap kerusakan atau sobekan. Berfungsi suntuk jaringan penghubung yang terhubung ke jaringan lain. Dapat menemukannya di hati, limpa dan kelenjar getah bening.
Baca Juga :  Simbiosis Komensalisme

2. Sel-Sel Ikat

Berikut ini adalah struktur struktur jaringan dalam sel, yang termasuk:

  • Sel Tiang
    Ialah sel yang bertindak sebagai penghasil histamin dan heparin. Histamin dapat meningkatkan permeabilitas kapiler darah. Dan heparin dapat digunakan untuk mencegah pembekuan darah.
  • Makrofag
    Ialah sel dengan bentuk tidak fleksibel yang bertindak sebagai fagositosis dan pinositosis. Pada fagositosis adalah proses memakan sel-sel mati dan bakteri. Sedangkan pinositosis, partikel-partikel kecil diminum dalam bentuk limbah cair.
  • Fibroblas
    Ialah sel dalam bentuk serat dan berfungsi untuk mengeluarkan protein.
  • Sel Lemak
    Sel lemak untuk menyimpan lemak. Sel lemak membentuk sebuah jaringan lemak.
  • Sel Plasma
    Ialah sel dengan bentuk tidak teratur yang bertindak sebagai perang melawan patogen jahat. Sel-sel ini adalah yang paling banyak di daerah pencernaan dan pernapasan, yang mengandung banyak patogen.

Demikian penjelasan yang dapat kami sampaikan, yaitu mengenai Jaringan Ikat. Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk Anda.

Fungsi Membran Sel

Pak Guru
2 min read

Burung Alap – Alap Sapi

Pak Guru
2 min read

Fauna Oriental

Pak Guru
2 min read