Daun Bawang Merah

3 min read

Daun Bawang Merah – Budidaya daun bawang di pot atau kantong plastik tidak berbeda jauh dari budidaya luar ruangan. Benih-benih dan pupuk yang diperlukan relatif sama. Ada berbagai jenis media tanam yang memerlukan penanganan khusus.

Apa Itu Daun Bawang ?

Daun Bawang Merah

Daun bawang adalah jenis sayuran dari kelompok bawang, yang banyak digunakan untuk memasak. Dalam masakan Indonesia Anda dapat menemukan daun bawang, misalnya, dalam martabak telur, sebagai bagian dari sup atau sebagai bumbu seperti di Soto.

Budidaya daun bawang di pot atau kantong plastik tidak berbeda jauh dari budidaya luar ruangan. Benih-benih dan pupuk yang diperlukan relatif sama. Ada berbagai jenis media tanam yang memerlukan penanganan khusus.

Ciri – Ciri Daung Bawang Merah

Daun Bawang Merah merupakan sayuran yang umum digunakan sebagai bumbu atau rempah-rempah makanan. Bentuk daun berbentuk lonjong, berongga seperti pipa. ujungnya meruncing, sementara dasar putih.

Manfaat Daun Bawang Merah

Berikut ini manfaat Daun Bawang Merah yang wajib kita ketahui.

  • Kandungan vitamin A pada daun bawang sangat baik untuk menjaga kesehatan mata. Dalam tangkai, bawang mengandung 2,6% vitamin A.
  • Bawang mengandung banyak asam folat, yang memiliki efek positif pada kesehatan ibu hamil. Asam folat baik untuk perkembangan janin di dalam rahim.
  • Bawang kaya akan kalsium, yang baik untuk kesehatan tulang.
  • Antioksidan dalam daun bawang bagus untuk menjaga kekebalan tubuh, sehingga bebas dari berbagai penyakit berbahaya.
  • Kualitas tidurmu tidak bagus? Jadi mengkonsumsi bawang perai secara teratur sangat dianjurkan. Tidur yang baik dapat mengurangi risiko stres.
  • Leek tidak hanya baik untuk kesehatan orang dewasa, tetapi juga baik untuk pencegahan cacingan pada anak-anak.
  • awang musim semi sangat baik untuk pencernaan. Kandungan serat yang tinggi baik untuk mengatasi sembelit.
  • Kandungan zat besi dalam daun bawang bagus untuk pencegahan anemia. Zat besi dibutuhkan untuk pembentukan sel darah merah di dalam tubuh.
  • Senyawa sikloaliin yang terkandung dalam daun bawang sangat baik untuk menjaga kesehatan jantung.
  • Anda bisa menggunakan bawang perai untuk menjaga kadar gula darah. Kandungan fitokimia sangat baik untuk menjaga kadar gula darah.
Baca Juga :  Budidaya Kopi

Tahapan dalam Menanam Daun Bawang Merah

Seperti telah disebutkan, ada dua jenis daun bawang, yaitu bawang daun atau daun bawang dan Allium Porum Leek. Saat ini, semacam daun bawang goreng tumbuh di Indonesia sering. Cara Menanam Daun Bawang

Bawang berdua bisa generatif dari diperbanyak secara vegetatif. propagasi generatif adalah perbanyakan bibit tanaman dengan biji atau biji. Selama perbanyakan vegetatif adalah perbanyakan tanaman dengan memecah bibit dari keluarga utama. Perbanyakan benih generatif dilakukan dengan biji atau benih ditabur pertama.

Baca Juga : Cara Menanam Bawang Merah

1. Siapkan Terlebih Dahulu Bahan Sebelum Menabur Benih

Penaburan dilakukan sebagai berikut:

Jika pembibitan berbentuk bidang sendiri, bagilah biji bawang dalam alur bidang tersebut sedalam 100mm. Jarak antara alur bidang adalah 15 cm.

Jika pembibitan memiliki wadah pembibitan atau polybag, tempatkan biji bawang di setiap wadah dengan 3 biji. Tanam hanya 15 cm.

Tutupi pembibitan dengan karung goni basah atau daun pisang. Setelah berkecambah, buka tutupnya.

Bilas setiap hari di pagi dan sore hari. Tambahkan urea, , atau pupuk cair organik. Pupuk urea harus dilarutkan dalam air. Kemudian tuangkan media semai.

Jika Anda menggunakan pupuk organik cair, encerkan sebelum menyemprot.Bibit berumur 60 hari atau tinggi 20 cm dapat dibawa ke lokasi untuk ekspansi.

Perbanyakan benih vegetatif dapat dilakukan pada tanaman umbi yang berumur lebih dari 60 hari.

Penampilan tanaman yang akan diambil harus memiliki banyak benjolan, terlihat segar dan bebas dari hama dan penyakit. Metode penagihan adalah sebagai berikut:

Potong tanaman bawang dan akarnya. Jangan menarik di jalan untuk menurunkan, tetapi angkat dengan tangan atau dengan Kored.

Bersihkan dengan tangan Anda di akarnya. Buang daun dan akar yang layu atau ketinggalan jaman.

Baca Juga :  Cara Menanam Bawang Merah

Pecahkan tanaman tersebut menjadi beberapa bibit. Tutupi daun untuk mengurangi penguapan.

Pemangkasan membentuk sekitar sepertiga dari permukaan. Ini juga akan merangsang pertumbuhan tunas baru. Bibit daun bawang dapat ditanam langsung.

Jika bibit tidak segera ditanam, sebaiknya jangan disimpan di tempat teduh dan lembab selama lebih dari 1 minggu.

Untuk menanam bawang organik, bibit ditanam langsung. Sedangkan untuk spesies non-organik, benih dapat direndam terlebih dahulu dalam larutan fungisida sebelum ditanam.

Perendaman berlangsung dalam dosis rendah 30-50% dari dosis yang dianjurkan selama 10-15 menit. Fungsinya untuk mencegah serangan jamur pada akarnya.

Baca Juga : Cara Menanam Kacang Panjang

Buat lubang tanam di pot atau tas yang sudah disiapkan. Di lubang tanam sekitar 10 cm. Masukkan bibit tanaman, wadah untuk tanaman. Posisi tanaman tegak. Kemudian tutup dengan media tanaman sampai kuat di pegangan. Tuang bijinya agar lembab.

Waktu yang tepat untuk menanam di pagi hari adalah tanggal sore. Jika matahari tidak terlalu panas, suhu udara angi tidak terlalu kencang. Tempatkan pot atau polybag di tempat di mana matahari bersinar sepenuhnya.

Proses Pemberian Pupuk dan Air

Penyiraman pada awal pertumbuhan harus dilakukan setiap hari. Pada tanaman, tanah atau media tanam tidak boleh terlalu lembab atau berlumpur, airnya diam, karena dapat menyebabkan busuk akar.

Selain itu, pengairan dapat dilakukan setiap tiga hari atau tergantung pada kondisi cuaca dan kondisi media tanam. Waktu penyiraman terbaik adalah di pagi hari jam 7:00 pagi atau sore hari setelah jam 5:00 sore.

Jika Anda ingin menanam bawang perai organik, gunakan kompos atau pupuk saat tanaman di usia 1 bulan masing-masing tangan untuk setiap wadah dan ulangi di bulan berikut nya. Baca Juga : Cara Menanam Bawang Putih

Baca Juga :  Pengertian Hewan dan Berbagai Jenisnya

Untuk budidaya daun bawang anorganik, pupuk urea dapat diberikan pada minggu ke tiga dan minggu keenam Jumlah pupuk sekitar 10 gram per galon. Pupuk harus dilarutkan dalam air dan kemudian dituangkan ke media tanam.

Jika perlu, pupuk organik daun atau cair juga dapat ditambahkan. Pupuk disemprotkan secara merata pada daun atau masuk ke tanah. Aplikasi pupukan dapat dilakukan setiap 10 hari sekali.

Masa Memanen Daun Bawang Merah

Daun bawang merah bisa dipanen pada usia 6 minggu dari awal penanaman, beberapa ciri daun bawang yang siap untuk di petik adalah sebagian besar batang mulai banyak dan ada beberapa daunnya yang mulai menguning.

Sebab itu panen harus segera dilakukan dan waktu yang baik adalaha saat pagi atau sore hari. Namun, tidak perlu menunggu untuk penggunaan sehari-hari sampai tanaman bawang siap dipanen. Banyak tanaman daun bawang yang sudah dapat diambil kapan saja.

Demikianlah pembahasan kali ini yang dapat kami bagikan, semoga dapat bermanfaat.

Pengertian Koordinasi

Ika Evitasari
2 min read

Teks Eksposisi

Pak Guru
1 min read
SELAMAT DATANG
Selamat Membaca Artikel yang Kami Bagikan, Semoga Dapat Membantu, Kritik dan Saran Silahkan Hubungi Kami [email protected]