Cara Ternak Kelinci

5 min read

Cara Ternak Kelinci – Peluang bisnis untuk kelinci menjanjikan karena kelinci mudah dijinakkan, mudah beradaptasi, dan cepat berkembang biak. Umumnya ada dua kelompok kelinci, yaitu kelinci pembibitan dan kelinci. Kelinci budidaya adalah jenis kelinci yang dikembangbiakkan untuk konsumsi daging atau untuk kulit dan mantel. Sedangkan kelinci hias adalah sejenis kelinci untuk hewan peliharaan.

Apa itu kelinci ?

Cara Ternak Kelinci

Kelinci adalah mamalia dari keluarga Leporidae, ditemukan di banyak bagian dunia. Kelinci berkembang biak sesuai dengan metode pemuliaan vivipar. Di masa lalu, hewan ini adalah hewan liar yang hidup di Afrika hingga daratan Eropa

Banyak kelinci pertama kali diperlakukan sebagai kelinci hias, kemudian sebagai kelinci daging. Karena keturunan ini memiliki keunggulan daging seperti bobot tinggi, pertumbuhan bobot cepat dan multiplikasi tinggi. Dan sebaliknya, kelinci pada awalnya ditujukan untuk daging, tetapi karena bentuknya yang indah dan rupanya memukau, kemudian dikembangkan sebagai kelinci hias.

Jenis – Jenis Kelinci Yang Bisa Di Tertnak

Jenis-jenis kelinci juga memiliki beberapa Cara Ternak Kelinci keunggulan, ada pula yang unggul dalam hal pertumbuhan daging, kualitas kulit dan produksi bulu atau wol. Di Indonesia, kelinci masih didominasi oleh ayam pedaging. Ini karena industri kelinci kulit dan wol belum meluas.

Baca Juga : Budidaya Ikan Gurame

Kelinci umumnya dipelihara karena dua alasan, yaitu untuk budidaya dan sebagai hewan peliharaan. Tidak ada batasan yang jelas tentang spesies kelinci yang dibudidayakan dan hewan peliharaan mana yang dimasukkan. Untuk membedakannya biasanya dilihat dari produktivitas daging, bulu dan kulitnya.

1. Jenis Kelinci Broiler

A. Flemish Giant

  • Seperti namanya, kelinci jenis ini memiliki berat hingga 10 kg. Rata-rata dewasa jenis Flemish Giant berbobot 6 kg. Saat ini agak sulit untuk mendapatkan ras besar Flemish murni di Indonesia.
  • Peternakan Kelinci Raksasa Flemish kebanyakan menggunakan salib yang tidak sebesar yang dimiliki ras murni mereka. Karakteristik fisik raksasa Flemish bermulut panjang dengan telinga lebar.
  • Warna bulu sangat berbeda dan berkisar dari putih, hitam, biru, kekuningan (rusak), abu-abu muda, abu-abu gelap hingga hitam kecoklatan.

B. Kelinci Albino

  • Berbeda dengan namanya, kelinci jenis ini bukan dari Selandia Baru, tetapi dari Amerika. Diperoleh dari hasil melintasi Raksasa Flemish.
  • Bobotnya bisa mencapai 5,5 kg dan dengan perawatan yang tepat usianya bisa mencapai 10 tahun. Jumlah rata-rata anak yang lahir pada anak adalah 10-12.
  • Trah ini cocok untuk disimpan sebagai stok pengembangbiakan untuk kelinci. Warnanya albino putih dengan mata merah. Kelinci lokal atau kelinci Jawa. Trah ini tersebar luas di Indonesia.
Baca Juga :  Budidaya Ikan Nila

C. Kelinci Belanda

  • Seperti nama “Dutch Little”, jenis kelinci ini kecil dan tumbuh perlahan. Kelinci-kelinci ini dibawa ke Indonesia oleh Belanda dan disimpan sebagai koloni di perkebunan kolonial.
  • Setelah meninggalkan Belanda, kami mengolah banyak orang. Sebenarnya, jenis ini tidak cocok untuk pemeliharaan kelinci, tetapi di Indonesia tersebar luas.

2. Jenis Kelinci Penghasil Kulit

A. Kelinci Sutra

  • Ras ini memiliki asal-usulnya di Amerika Serikat. Berat badan setelah lebih dari 8 bulan bisa mencapai 4-5 kg. Jumlah anak per kelahiran adalah 7-10. Kelinci satin memiliki tulang dan kuku yang kuat.
  • Tubuh panjang dengan kepala lebar dan leher pendek. Sehingga sikapnya tampak stabil dan kuat. Satin memiliki warna bulu putih, kebiru-biruan, coklat, gading, hitam dan California (tubuh putih dengan moncong, telinga, jari kaki dan ekor hitam).

B. Kelenci Rex

  • Perlombaan ini relatif baru secara detail. Dikenal sebagai kelinci hias di AS sekitar tahun 1980-an. Tetapi karena memiliki keunggulan daging, jenis daging ini sering digunakan sebagai daging kelinci.
  • Kelinci Rex Rex paling cocok untuk cuaca dingin dan tumbuh paling baik pada suhu sekitar 5-15 ° C.
  • Beratnya sekitar 3,6 kg dan rasanya daging lezat. Keuntungan dari kelinci rex ini adalah bulunya yang lembut dan kuat, yang tidak mudah rontok. Jadi sangat cocok untuk diambil kulitnya.

C. Kelinci Anggora

  • Jenis kelinci wol yang paling populer adalah kelinci Angora. Properti rambut tebal dan lurus. Penampilan kelinci ini indah dan populer dan karenanya banyak dirawat sebagai kelinci hias.
  • Ada beberapa jenis kelinci angora yang cukup terkenal, yaitu Angora Inggris, Angora Prancis, Angora Jerman, sataten Peranakanangora dan Flemish Peranakanangora yang sangat besar.
  • Kelinci Angora bervariasi dalam ukuran tergantung pada jenisnya, yang terkecil adalah Angora Inggris dengan berat rata-rata 2,3 kg dan yang terbesar adalah api raksasa Angora Peranakan, yang bisa mencapai 5 kg.
  • Kelinci Angora menyukai tempat yang sejuk, lebih dingin dari kelinci jenis lain

Panduan Ternak Kelinci

1. Persiapkan Kandang Ternak Kelinci

Sistem terbuka dan tertutup. Kandang sistem terbuka terdiri dari hamparan lahan yang dikelilingi diberi pagar. Kelinci dibiarkan bebas berkeliaran di daerah tersebut.

Baca Juga :  Sapi Perah

Di dalam area disediakan naungan untuk berteduh dan tempat istirahat. Kandang terbuka ini sudah menjadi tipikal usaha ternak kelinci tradisional di Indonesia.

Dengan sistem seperti ini, pemeliharaan relatif lebih mudah. Apalagi jika hamparannya luas, kelinci dibiarkan mencari makan sendiri sehingga harus sekali-kali telat dalam memberi pakan tidak perlu khawatir.

Kelemahan sistem ini membutuhkan lahan yang luas. Hanya layak dilakukan di pedesaan di mana lahan cukup besar. Cara Ternak Kelinci

Kandang tertupup merupakan lantai yang membentuk lantai, dinding dan atap. Kandang jenis ini cocok untuk usaha ternak intensif. Budidaya kelinci dengan sistem tertutup, menggunakan tipe pos, dan tipe baterai.

Kandang tipe pos adalah tempat untuk menempatkan beberapa ekor kelinci sekaligus. Digunakan sebagai alat pengembangbiakkan dan perawatan anak-anak kelinci.

Baca Juga : Cara Menanam Daun Bawang

Sementara jenis baterai yang dirancang untuk mewadahi satu ekor kelinci per ekor, biasanya berbentuk rak bersusun. Cocok digunakan untuk pembesaran.

2. Cara Memilih Indukan Kelinci

Pilihan bibit atau stok bibit potensial perlu dipertimbangkan. Karena biji memainkan peran penting dalam menentukan tingkat keberhasilan kelinci. Induk kelinci menentukan produktivitas dan kualitas budidaya.

Berikut adalah beberapa tips untuk memilih jenis kelinci:

  • Cari kelinci yang memiliki riwayat medis yang baik.
  • Keturunan kelinci yang melahirkan banyak anak.
  • Berat badan betina kelinci betina minimal 4-5 kg, jantan 3-5 kg.
  • Memiliki pinggul bulat penuh.
  • Kembali tidak cekung.
  • Mata yang cerah, jangan terlihat lesu dan mengantuk.
  • Bersihkan rambut, terutama di sekitar alat kelamin.

3. Beri Makan Kelinci

Di alam liar, kelinci hanya makan makanan. Untuk bisnis ternak, kami dapat menyediakan pakan, konsentrat, dan vitamin. Makanan yang dicintai kelinci termasuk limbah sayuran seperti sawi, wortel, lobak, dan daun ubi kayu. Juga jenis rumput dan dedaunan dari tanaman kacang, jagung dan pepaya. Lebih banyak bisa dilihat pada jenis-jenis makanan kelinci.

Sedangkan konsentratnya biasanya berupa pelet buatan pabrik. Pelet disediakan untuk memfasilitasi dan memfasilitasi pemberian makan yang praktis. Pelet biasanya sudah memiliki kandungan nutrisi lengkap. Biaya membeli pelet cukup tinggi, tetapi ketersediaan dan kontinuitas lebih terjamin. Ini sangat penting untuk bisnis kelinci yang intensif.

Penghijauan dimulai dari kelinci berusia 2 minggu secara bertahap. Diet yang diberikan harus dikeringkan terlebih dahulu untuk mencegah kelinci dari pembengkakan, yang dapat menyebabkan kematian. Anak kelinci biasanya disapih setelah usia 8 minggu. Cara Ternak Kelinci

Total kebutuhan pakan untuk kelinci adalah 4-5% dari berat badan mereka per hari. Kelinci muda hingga 4 bulan membutuhkan 20% dari total diet. Kelinci yang berumur lebih dari 4 bulan membutuhkan 60% dari total diet. Kami menyarankan Anda memisahkan waktu pemberian pakan konsentrat dengan pakan.

Baca Juga :  Cara Ternak Ayam Kampung

4. Proses Perkawinan Kelinci

Salah satu parameter untuk mempelajari produktivitas kelinci adalah tingkat kelahiran. Kelinci berlipat ganda dengan melahirkan anak. Kelinci memasuki tahap dewasa dan siap untuk kawin pada 6-12 bulan, tergantung pada jenisnya. Tentu saja, kelinci betina yang mau melahirkan menunjukkan tanda-tanda nafsu berikut:

  1. Dia terlihat gugup dan selalu mencari pejantan.
  2. Seperti menggosok dagunya pada benda-benda di sekitarnya atau kelinci lainnya.
  3. Vulva kemerahan dan basah.

Pemuliaan kelinci dapat dilakukan dengan dua cara, dalam kelompok atau berpasangan. Perkawinan kelompok dilakukan dengan memasukkan sejumlah perempuan dan laki-laki di satu daerah. Pria bisa menikahi 5-10 wanita.

Baca Juga : Budidaya Belut

Selama prosedur kawin, seorang wanita dan seorang pria ditempatkan di dalam sangkar. Amati selama pernikahan apakah ada pernikahan atau tidak. Jika tidak, mungkin tidak cocok. Ganti jantan dengan yang lain.

Hal Yang Harus Diperhatikan Saat Penjodohan Kleinci :

  • Tergantung pada jenisnya, kelinci siap kawin setelah 6-12 bulan.
  • Nafsu kelinci berlangsung 11-15 hari.
  • Dari periode panas berlangsung untuk periode panas berikutnya 2 minggu.
  • Durasi kehamilan adalah 28-35 hari tergantung pada jenisnya.
  • Tentu saja, menyusui kelinci bisa memakan waktu 8 minggu. Dalam bisnis kelinci, pemberian ASI eksklusif dilakukan selama 15-20 hari. Setelah itu, kelinci mendapat makanan untuk belajar makanan, sementara itu terus menyusui dan tidak disapih. Kelinci dapat disapih setelah 8 minggu.
  • Kelinci betina dapat dibuahi kembali (subur lagi) 2 minggu setelah lahir.
  • Dalam satu tahun kelinci bisa hamil hingga lima kali lipat.
  • Jumlah anak per kelahiran adalah 4-12 tergantung pada jenisnya.
  • Periode produktivitas biasanya 1-3 tahun. Jika kurang atau lebih dari itu biasanya mengurangi jumlah dan kualitas anakan kelinci

Memasuki Proses Hasil Ternak Kelinci

Tidak ada patokan dari mana kelinci umur berapa bisa dipanen. Pasar kelinci saat ini tidak sebesar daging lainnya seperti unggas, daging sapi atau kambing.

Kelinci biasanya dijual sebagai anak anjing. Anak anjing yang dijual harus lebih dari 2 bulan setelah menyusui. Karena kelinci yang terlalu muda dikhawatirkan tidak akan selamat tanpa induknya.

Sedangkan untuk daging, biasanya dipanen setelah kelinci berumur 3,5 bulan atau berat 2-3 kg. Waktu yang lama untuk mencapai berat membutuhkan sekitar 2-3 bulan.

Jika dijual lebih lama, biasanya tidak ekonomis, karena kelinci membutuhkan lebih banyak pakan. Jika kita ingin menjual peternak atau tempat penetasan potensial, ini biasanya dipelihara sampai kelinci berumur 10-12 bulan.

Harga bibit tidak lagi dihitung per kg, tetapi terlihat keunggulan keturunan dan kesehatannya

Selesai sudah pembahasan mengenai Cara Ternak Kelinci selamt mencoba dan semoga berhasil .

Ular Sendok

Pak Guru
3 min read

Cara Ternak Ayam Kampung

Pak Guru
4 min read

Budidaya Jangkrik

Pak Guru
4 min read
SELAMAT DATANG
Selamat Membaca Artikel yang Kami Bagikan, Semoga Dapat Membantu, Kritik dan Saran Silahkan Hubungi Kami [email protected]