Burung Garuda

2 min read

Burung Garuda – Pada artikel kali ini kami akan membahas tentang Burung Garuda, dimana pada pembahasan sebelum nya kita telah membahas mengenai Ular Piton dan Ular Tikus. Dalam pembahsan ini kita akan mengacu ke Burung Garuda dan jenis jenis nya beserta ciri -ciri nya.

Apa Itu Burung Garuda ?

burung garuda

Burung Garuda adalah salah satu spesies elang berukuran sedang endemik ke Jawa. Hewan ini dikatakan sebagai salah satu inspirasi dari simbol negara Indonesia Garuda Pancasila.

Meskipun Garuda sebenarnya adalah binatang mitos di Jawa yang merupakan kendaraan atau kendaraan Dewa Wisnu. Hewan mitos ini memiliki sepasang sayap dengan kepala burung, tetapi dengan tubuh seperti manusia. Awalnya, burung-burung Garuda Pancasila tidak memiliki lambang. Namun Presiden Soekarno menyarankan untuk menambahkan lambang agar tidak menyerupai lambang negara AS, Bondol Eagle.

Garuda adalah burung mitologis, setengah manusia, setengah burung, kendaraan Wisnu. Dia adalah raja burung dan keturunan Kaśyapa dan Winatā, salah satu putri Dak. Dia adalah musuh bebuyutan dari ular, suatu sifat yang dia warisi dari ibunya, yang telah bertengkar dengan sesama istri dan atasannya, Kadru, ibu dari ular.

Sinar Garuda sangat terang sehingga para dewa mengambil Agni (dewa api) dan menyembahnya. Garuda sering digambarkan sebagai kepala, sayap, ekor dan moncong elang dan tubuh, tangan dan kaki manusia. Wajah putih, sayap merah dan tubuh keemasan.

Ia memiliki seorang putra bernama Sempati (Sampati) dan istrinya adalah Unnati atau Winaya. Menurut Mahabharata, orang tuanya memberinya kebebasan untuk memburu manusia tetapi bukan brahmana. Suatu kali dia menelan seorang brahmana dan istrinya. Lalu tenggorokannya terbakar, lalu muntah lagi.

Baca Juga :  Ular Sendok

Keberadaan Burung Garuda

Garuda dikatakan telah mencuri dewa dari para dewa untuk membebaskan ibunya dari cengkeraman Kadru. Kemudian Indra tahu dan bertengkar hebat dengannya. Amerta diambil kembali, tetapi Indra terluka parah dan kilatnya (Bajra) rusak.

Karena semua yang ada di buku biasanya terinspirasi oleh benda nyata. Sama seperti tokoh boneka, semuanya fiksi, tetapi sebenarnya gagasan tentang sosok manusia sejati. Jadi benar, bukankah itu rajawali atau rajawali?

Manuk Dadali dalam bahasa Sunda (atau bahasa keren elang) bukan Garuda. Rajawali bukan Garuda, tapi Rajawali. Hanya ada 7 spesies burung Garuda di dunia. Garuda Harpy (Harpy berarti dewi badai) di Amerika Selatan ada 4 jenis. Predator Monyet Garuda di Filipina dan Predator Garuda Kangaroo di Irian atau Papua Barat dan Papua Nugini. Garuda Haast (Harpgornis morei) adalah pemangsa Moa terbesar dan suka menangkap Maori di Selandia Baru.

Garuda Haast bisa menjadi burung terbesar yang pernah hidup, dengan kisaran 8-10 kaki (sedangkan Elang Emas betina memiliki kisaran 8 kaki) dan memiliki berat 33 pound atau sekitar 16 pound.

Banyak yang berpendapat bahwa simbol negara kita sebenarnya adalah Elang Jawa atau dalam nama ilmiahnya Spizaetus bartelsi adalah salah satu spesies elang berukuran sedang yang endemik di Jawa. Hewan ini identik dengan lambang Republik Indonesia, Garuda. Dan sejak 1992, burung ini dianggap sebagai maskot hewan langka Indonesia.

Ada 4 Spesies Burung Garuda

  1. Garuda Harpy, yang berarti dewi badai dan terjadi di Amerika Selatan.
  2. Predator Monyet Garuda yang ada di Filipina.
  3. Predator Garuda Kanguru terletak di wilayah Irlandia atau di Papua Barat dan Papua Nugini.
  4. Garuda Haast, juga dikenal sebagai Harpornis Morei, adalah elang terbesar dan pemangsa Moa dan orang-orang dari suku Morei Selandia Baru.
Baca Juga :  Eksarasi

Keempat elang telah punah selama ribuan tahun dan tidak ada kabar tentang asal usul mereka.

Garuda Adalah Simbol Negara Indonesia

Sebagai lambang negara Indonesia, rajawali tampaknya memiliki keunikan tersendiri yang perlu Anda ketahui. Keunikan burung Garuda adalah alasan untuk memilih Garuda sebagai simbol Republik Indonesia. Keunikannya juga tergolong manfaat burung ini.

Keunikannya adalah sebagai berikut :

Desain elang, yang digunakan sebagai simbol negara Indonesia, tampaknya ada sebelum kemerdekaan. Desain elang ini mirip dengan lambang kerajaan Samudera Pasai di Aceh, kerajaan Islam tertua di Indonesia. Jika Anda melihatnya, ada beberapa kesamaan yang berkisar dari sayap hingga kepala.

Desain burung Garuda sebagai simbol negara Indonesia pertama kali dirancang oleh Sultan Hamid II. Sebelum penghentian burung Garuda sebagai simbol negara Indonesia, dua proposal dipilih oleh Komite Lencana Negara, yaitu proposal M. Yamin dan Sultan Hamid II, yang dianggap bahwa proposal Sultan Hamid II dipilih menggunakan Elang.
Rencana untuk menunjuk Garuda sebagai simbol negara Indonesia menyediakan rantai perisai dengan beberapa gambar di tengah.

Nisateus Bartels atau elang Jawa dikatakan sebagai bentuk asli elang. Ini karena penampilan fisik elang Jawa tampak sama mistisnya dengan penampilan elang dengan sayap emas keemasan yang sama. Selain itu, elang Jawa memiliki bentuk tudung yang tidak dimiliki spesies burung lain. Jadi apakah mereka benar-benar sama?

Meskipun serupa, mereka pada dasarnya berbeda. Bahkan, banyak penelitian telah membuktikan hal ini. Bagaimanapun, 99% burung Garuda kembar sudah punah, bahkan di wilayah tempat mereka berasal dari Jawa.

Burung Elang

Pak Guru
8 min read

Eksarasi

Pak Guru
4 min read

Kucing Himalaya

Pak Guru
2 min read