Budidaya Kroto

3 min read

Budidaya Kroto Kroto menjadi semakin populer karena harga jual Kroto relatif tinggi, walaupun harganya bervariasi. Sebelum permintaan meningkat, Kroto diperoleh dari berburu di alam liar. Seiring waktu, keberadaan Kroto menjadi semakin langka.

Apa itu Budidaya Kroto?

Budidaya Kroto adalah jalan keluar untuk menjaga Kroto dalam jumlah besar dan terus menerus. Tidak semua jenis semut dapat tumbuh dan menghasilkan Kroto, yang digunakan sebagai makanan untuk burung atau ikan.

Semut peringkat tinggi adalah spesies Oecophylla smaragdina. Habitat semut Rangrang membentang dari Asia ke Australia utara. Silakan baca semut Rangrang yang menghasilkan Kroto.

Yang Perlu Dipersiapkan Untuk Ternak Kroto

Budidaya Kroto

Dalam sistem tanam, Rang Semut dapat hidup di sarang buatan. Sarang semut atau kandang Rangrang dapat dibuat dari toples sosis, gelas, dll. Langkah-langkah persiapan untuk budidaya Kroto adalah sebagai berikut:

1. Siapkan Bahan Kroto

  • Koloni semai untuk budidaya Kroto dapat diperoleh dari tangkapan di alam atau dibeli oleh petani lain. Ada beberapa tips untuk mendapatkan koloni alam, yang akan kami jelaskan dalam teks terpisah.
  • Jika Anda kesulitan mengekstraksi biji koloni dari alam, Anda dapat membeli biji kroto dari petani lain. Biji kroto biasanya dijual dalam botol atau botol plastik bening. Harganya cukup mahal, toples sosis plastik bekas harganya sekitar Rp 100.000

2. Pembuatan Tempat Kroto

Pada kesempatan ini kami akan menjelaskan cara membuat kandang Kroto dengan sosis . Kandang Paralon lebih praktis, lebih fleksibel dan lebih mudah dirawat.

Baca Juga :  Selada Keriting

Baca Juga : Cara Budidaya Jangkrik

Keuntungan dari paralon media adalah:

  • Buat itu mudah, bentuk nya sudah sama. Kemudian diatur dalam rak, media bisa langsung digunakan.
  • Media awet, bisa untuk lima tahun.
  • toples sosis umumnya gelap atau kedap air, tetapi kedua belah pihak terbuka. Lingkungan yang baik untuk semut shunting, yang hanya membutuhkan intensitas cahaya sekitar 0,01-0,06 lm / m2.
  • Karena bentuknya yang silindris, posisinya, ketika diposisikan dengan benar, saling menguatkan dan tidak bisa bergerak dengan mudah.
  • Panen lebih mudah dan meminimalkan kematian koloni setelah panen. Dan mudah dibersihkan.

Berikut ini adalah langkah-langkah untuk membuat kandang untuk budidaya Kroto :

  • Buat rak dengan 2 baris. Rak dapat dibuat dari jambu, kayu atau besi. Ukuran rak disesuaikan dengan ukuran tempat.
  • Tempatkan setiap kaki rak pada wadah plastik, bisa berupa mangkuk atau piring atau sepotong logam. Tambahkan air ke wadah, itu juga bisa menyediakan cairan minyak bekas, sehingga cairan tidak cepat menguap dan menjadi kering.
  • Membanjiri kaki-kaki kerangka dalam cairan bertujuan untuk menghindari koloni semut yang tidak terkendali. Bagian lantai tidak boleh bersentuhan dengan dinding atau benda lain.
  • Atur toples sosis di rak, tempatkan daun di paralon untuk merangsang semut Rangrang untuk membentuk sarang. Langkah selanjutnya adalah menabur koloni di kandang.
  • Kandang harus ditempatkan di tempat yang tenang dan tidak di dekat gangguan. Karena ratu semut perlu istirahat untuk bertelur secara optimal. Kandang kroto lebih baik bila ditempatkan di ruangan tertutup.

Baca Juga : Budidaya Belut

BIbit Kroto Mulai Di Sebarkan

  • Setelah menyiapkan rak dan peluit untuk kandang, tempatkan koloni semut Rangrang. Gelas sosis adalah substrat budaya Kroto yang sangat praktis. Berbeda dengan kaca atau media lain yang perlu dipersiapkan, media diletakkan di atas rak dan dapat segera digunakan.
  • Benih koloni biasanya dijual dalam botol atau botol plastik. Untuk mentransfer ke media plastik, cukup potong botol plastik atau buka wadah dan letakkan di atas tumpukan kertas.
  • Kemudian beri makan dan tambahkan air gula di sekitar sarang. Semut Rangrang bermain-main secara alami dan mulai menyerbu kelompok payung ke dalam sarang.
  • Setelah semut di dalam kandang merasa nyaman, hanya perawatan rutin yang diperlukan untuk memaksimalkan produksi koloni Kroto.
Baca Juga :  Budidaya Ikan Nila

Langkah Meberikan Makan Bibit Kroto

Spesies pakan budidaya Kroto termasuk ulat, jangkrik, belalang, kadal dan hewan kecil lainnya. Bisa juga disajikan daging ayam, yang sudah dimasak untuk mencegah busuk dan tercium. Makanannya adalah Kroto sebagai sumber protein dan lemak.

BacaJuga : Cara Menanam Bawang Putih

Selain protein, sumber gula dibutuhkan untuk budidaya Kroto. Di alam, semut Rangrang menerima asupan karbohidrat dari gula, biasanya dalam bentuk nektar, yang diproduksi oleh kutu daun seperti kutu daun.

Saat ditanam di Kroto, karbohidrat disediakan oleh pemberian gula kristal yang dilarutkan dalam air.

Berikut Tahapan Pemberian Kroto Makan

  • Gunakan lepek yang mungkin berasal dari piring plastik atau wadah lain yang terlihat rata. Masukkan makanan ke dalam wadah, mis. Ulat, belatung, ayam atau tulang Hong Kong. Wadah itu berdiri di rak di samping sarang semut.
  • Saat menggunakan makanan hidup dapat melompat, misalnya, jangkrik. Harus lumpuh dulu, agar tidak lari. Atau Anda bisa meletakkannya langsung di sarang semut.
  • Sebagai sumber gula, gunakan alas kecil untuk menempatkan air bercampur gula. Larutkan 1-2 sendok makan gula dalam sekitar 200 ml air jernih. Biasanya, air larutan gula habis dalam 2-3 hari, tergantung pada jumlah koloni.

Proses Pemanenan Kroto

Kapan panen Kroto dimulai? Jawaban teoretisnya adalah bahwa telur semut memiliki siklus 2 minggu. Mulai dari larva telur menjadi semut. Panen dapat dilakukan ketika sarang semut penuh dengan telur atau kroto putih. Pada media atau sarang yang stabil, Kroto dapat dipanen setiap 15-20 hari.

Pada awal budidaya, koloni harus berkembang biak untuk meningkatkan populasi semut. Setidaknya sampai 6 bulan pertama tidak dipanen terlebih dahulu. Setelah 6 bulan, panen bisa dilakukan dua kali sebulan. Atau dapat disesuaikan setiap hari dengan menggabungkan jumlah sarang dan siklus panen.

Baca Juga :  Cara Menanam Bawang Merah

Tingkat Panen adalah Sebagai Berikut :

  • Siapkan wadah dalam bentuk baskom atau ember plastik.
  • Juga, siapkan filter dari kawat akumulasi dan letakkan di baskom.
  • Gunakan sarung tangan karet untuk menghindari gigitan semut.
  • Ambil medium atau sarang dan tumpahkan isinya ke dalam baskom yang dilengkapi dengan filter kawat statis. Kroto jatuh ke dasar kolam sementara semut sedang disaring.
  • Bersihkan media dan tempatkan uang kawat dengan semut kembali di rak.

Itulah Pembahasan Kita Kali ini dan ikuti artikel lain nya ya semoga bermanfaat

Cara Menanam Seledri

Pak Guru
2 min read

Cara Menanam Daun Bawang

Pak Guru
2 min read

Budidaya Ikan Nila

Pak Guru
3 min read
SELAMAT DATANG
Selamat Membaca Artikel yang Kami Bagikan, Semoga Dapat Membantu, Kritik dan Saran Silahkan Hubungi Kami [email protected]