Budidaya Kopi Liberika

3 min read

Budidaya Kopi Liberika – Kopi merupakan tanaman tahunan yang dapat mencapai produksi usia hingga 20 tahun. Kopi adalah Plantagengut paling diperdagangkan, sehingga tidak mengherankan bahwa kopi adalah luas atau tumbuh.

Apa Itu Kopi Liberika ?

Kopi Liberika

Kopi Liberika adalah kopi dari Liberia dan Afrika Barat. Kopi ini bisa tumbuh hingga 9 meter di atas tanah. Pada abad ke-19, kopi ini diimpor ke Indonesia untuk menggantikan kopi Arabika yang terserang penyakit.

Pusat budidaya kopi ini di Amerika Latin, Asia-Pasifik, Amerika Tengah dan Afrika. Sementara konsumen kopi terbesar di negara-negara di Eropa dan Amerika Utara.
Budidaya kopi telah menjadi varietas tanaman kopi yang baik, karena varietas tanaman merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan budidaya.

Selain jenis faktor tanaman kopi yang mempengaruhi keberhasilan budidaya kopi dapat bermain di antara teknik budidaya lainnya dari menabur untuk panen untuk pasca panen dan banyak faktor lain yang terlibat.

Ciri – Ciri Kopi Liberika

Pemasaran kopi Liberika, khususnya di Indonesia, belum optimal. Cukup sulit bagi kami untuk mendapatkan kopi ini jika Anda tidak langsung memesannya di Jambi. Terlepas dari aspek harga yang lebih tinggi, kopi liberika juga jarang, karena produktivitas tanaman itu sendiri tidak terlalu tinggi.

Kopi Liberika memiliki beberapa ciri -ciri :

Memiliki ukuran daun, ranting, bunga, buah-buahan dan pohon-pohon lebih besar daripada kopi Arabika dan Robusta
Cabang-cabang primer dapat bertahan lebih lama, dan dalam sebuah buku sekali lagi bunga atau buah dapat muncul.
Agak sensitif terhadap penyakit HV.
Kualitas buahnya relatif rendah.
Produksi rata-rata (4, -5 ku / ha / tahun) dengan hasil ± 12%
Subur untuk ..
Ukuran buah tidak sama / tidak sama
Tumbuh baik di dataran rendah.

Baca Juga :  Cara Menanam Terong

Proses Menanam Kopi Liberika

1. Pemilihan kopi

Ada banyak varietas kopi, tetapi hanya Arabika, Robusta, Excelsa, dan Liberika yang paling umum ditanam, tetapi semuanya memiliki karakteristik berbeda.

Jika lahan perkebunan untuk tanaman kopi lebih dari 800 meter di atas permukaan laut, Anda harus menanam tanaman kopi Arabika karena sangat cocok.

Jika area penanaman terletak di ketinggian sekitar 400 m di atas permukaan laut hingga 800 m di atas permukaan laut, Anda harus menanam tanaman kopi Robusta, karena sangat cocok. Jika lahan penanaman terletak di dataran rendah, disarankan untuk menanam varietas tanaman kopi Liberika atau Excelsa.

2. Persiapan Pohon Perlindungan Untuk Lahan Budidaya Kopi Liberika

Tanaman kopi harus ditanami dengan tanah gembur yang kaya akan bahan organik. Keasaman tanah atau pH tanah yang baik adalah antara 5 dan 6,5 untuk kopi Arabika dan 4,5 hingga 6,5 ​​untuk kopi Robusta.

Tanam pohon kopi sebelum menanam atau mengolah tanah. Biasanya pohon yang digunakan untuk melindungi tanaman kopi adalah pohon Lamtoro, Sengon atau Dadap. Fungsi pohon adalah untuk mengatur intensitas sinar matahari yang masuk, karena tanaman kopi tidak memerlukan sinar matahari penuh.

Jika pohon yang digunakan sebagai pohon pelindung tanaman adalah pohon sengon, tanamlah 4 tahun sebelum kopi ditanam. Jika Anda menggunakan pohon Lamtoro, tanamlah 2 tahun sebelum menanam kopi. Jangan lupa untuk menanam pohon pelindung dalam bentuk daun dan penjarangan yang dipangkas.

3 bulan – 6 bulan sebelum tanam, buat lubang tanam dengan ukuran 60 cm x 60 cm x 60 cm (pisahkan penggalian atas dan bawah). Kemudian, setelah memasuki 2 bulan sebelum tanam, tiriskan tanah yang dicampur dengan 200 gram belerang dan 200 gram kapur lalu letakkan di lubang tanam. Setelah 1 bulan sebelum tanam, tambahkan tanah yang digali dengan 20 kg kompos ke dalam lubang tanam.

Baca Juga :  Cara Menanam Bawang Merah

Lubang tanam dibuat pada jarak sekitar 2,75 mx 2,75 m untuk jenis kopi robusta dan 2,5 mx 2,5 m untuk jenis Arabika. Namun, jaraknya dapat disesuaikan dengan kondisi negara, jika tanahnya lebih tinggi, jaraknya menjadi lebih kecil, semakin rendah tanahnya, semakin pendek jarak tanamnya. Baca Juga : Kopi Luwak

3. Pembibitan tanaman kopi liberika

Pilih biji kopi berkualitas tinggi untuk budidaya, sehingga hasilnya memuaskan. Untuk budidaya kopi kopi Arabika dan Robusta biasanya digunakan.

Perluas bibit tanaman kopi dapat dilakukan secara generatif atau vegetatif. Rute generatif atau penggunaan kacang biasanya untuk meningkatkan bibit kopi Arabika.

Metode vegetatif atau penggunaan stek biasanya dilakukan sering untuk meningkatkan bibit kopi robusta. Setiap metode atau teknik memiliki kelemahan dan kekuatannya sendiri.

4. Prose Menanam

Ketika tanaman mendarat, pohon-pohon yang rindang dan bijinya selesai, tanamlah. Pertama gali lubang tanam yang dibuat beberapa bulan yang lalu dengan kedalaman disesuaikan dengan panjang akar tanaman.

Setelah lubang tanam siap, pangkas daun sebelum menempatkannya di lubang tanam yang disiapkan sebelumnya sampai sekitar 1/3 daun bersih untuk mengurangi penguapan.

Kemudian lepaskan kantong serbaguna di dalam bibit kopi, tempatkan benih di lubang tanam dan di dalam bibit dengan penyangga akar agar akar tetap tegak. Isi kembali tanah dan tambahkan tiang jika perlu untuk mencegah tanaman runtuh.

5. Perawatan tanaman kopi Liberika

Setelah penanaman, benih diperiksa setidaknya setiap 2 kali seminggu, dan ketika berumur sekitar 1 hingga 6 bulan, kontrol tanaman dilakukan setidaknya sebulan sekali. Jika perkebunan kopi mati selama periode inspeksi, mereka harus diganti dengan yang baru.

Baja Juga : Cara Menanam Seledri

Dalam budidaya kopi liberika, ada dua macam pemotongan, potongan ganda dan potongan tunggal. Pada tanaman kopi liberika biasanya batang ganda dipotong, pada tanaman kopi arabika sederhana.

Baca Juga :  Jamur Merang

Ada dua jenis pemangkasan ini berdasarkan tujuannya :

Pemangkasan formasi harus membentuk kerangka tanaman seperti tinggi, bercabang dan bentuk tudung tanaman.

1. Pemotongan produksi

Tujuan dari pemotongan ini adalah untuk menghilangkan cabang yang tidak produktif sehingga tanaman fokus pada penanaman cabang yang produktif. Selain itu, dengan potongan yang dipengaruhi oleh hama, cabang harus dihapus.

2. Peremajaan pemangkasan

Pemotongan ini dilakukan pada tanaman yang mengurangi produksinya atau yang kanopinya tidak beraturan. Biasanya, pemotongan ini dilakukan setelah fertilisasi untuk memastikan ketersediaan nutrisi.

6. Pemupukan

Untuk pemupukan, pupuk organik atau buatan dapat digunakan. Kebutuhan pupuk di setiap tanaman kopi adalah 20 kg / tanaman. Pemupukan dilakukan dengan menabur dalam lingkaran ke tanaman dan sekali dalam 1 atau 2 tahun.

7. Pembersihan Rumput liar

Lakukan pembersihan gulma/rumput liar setiap 2 minggu, saat tanaman masih muda dan saat tanaman sudah matang, lakukan sesuai kebutuhan saja.

8. Menghilangkan hama serta penyakit

Memang Hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman kopi adalah hama yang sangat menggagu buah kopi, tapi anda jangan kawatir semua ini dapat diatasi dengan pestisida dan dosis yang tepat.

Masa Memanenan

Apabila budidaya kopi liberika dilakukan secara intensif maka pada umur 2 thun untuk jenis liberika sudah mulai berbuah, dan untuk jenis arabika pada umur 3 tau 4 tahun. Biasanya saat pemanenan pertama kopi tidak begitu banyak namun pada umur sekitar 7 hingga 9 tahun produktifitas kopi akan mencapai puncanya. Pemanenan kopi dilakukan secara bertahap dan dapat terjadi 6 bulan dengan interval waktu pemetikan setiap 10 hingga 14 hari.

Baca Juga : Cara Menanam Daun Bawang

Demikian artikel tentang budidaya kopi liberika semoga bermanfaat dan bisa di jadikan acuan buat sahabat semua terimaksih sampai jumpa lagi.

Budidaya Kroto

Pak Guru
3 min read

Cara Menanam Seledri

Pak Guru
2 min read

Cara Menanam Daun Bawang

Pak Guru
2 min read
SELAMAT DATANG
Selamat Membaca Artikel yang Kami Bagikan, Semoga Dapat Membantu, Kritik dan Saran Silahkan Hubungi Kami [email protected]