Budidaya Jangkrik

4 min read

Budidaya Jangkrik – Jangkrik adalah salah satu serangga yang paling umum digunakan untuk memberi makan burung, ikan, dan reptil. Permintaan sijangkrik sejalan dengan minat memelihara burung, ikan, dan reptil. Bermain jangkrik dari ternak mudah untuk hewan kecil dan besar.

Pengertian Jangkrik

Jangkrik adalah salah satu serangga yang paling diminati di Indonesia, setidaknya ratusan spesies Jakrik diketahui. Tetapi tidak semua sepenuhnya dipetakan. Spesies yang paling umum dikembangkan untuk jangkrik komersial adalah Gryllus mitratus dan Gryllus testaclus. Selain itu, jangkrik masih dikembangkan untuk tujuan lain, seperti hobi dan hewan.

Serangga ini menyirami daun muda seperti rumput. Dalam lingkungan budidaya, dimungkinkan untuk mendapatkan banyak sayuran hijau seperti sawi, bayam, salad, mentimun dan daun pepaya.

Beberapa Tahapan dalam Budidaya Jangkrik

Budidaya Jangkrik

Baca Juga : Kutu Air

Proses Mempersiapkan Lahan Untuk Ternak Jangkrik

  • Langkah pertama untuk memulai kriket adalah menyiapkan kandang atau kriket. Kandang untuk jangkrik dapat dibuat dari berbagai bahan seperti kardus atau kayu lapis. Pada kesempatan ini kami akan memberikan contoh produksi kandang jangkrik yang terbuat dari kayu dan kasa.
  • Konstruksi kandang untuk kotak panggangan seperti kotak dapat terdiri dari papan atau kayu lapis. Gambar berikut menunjukkan kandang jangkrik dengan sebuah kotak.
  • Kotak terbuat dari papan atau kayu lapis dengan kasau / pisau tulang. Panjangnya 100 cm, lebar 60 cm, dan tinggi 30-40 cm.
  • Gunakan lem pada setiap koneksi dan sudut kotak. Intinya adalah bahwa kriket yang baru menetas tidak keluar melalui celah koneksi. Ukuran jangkrik yang baru menetas sangat kecil.
  • Bagian atas harus dapat dibuka dan ditutup dengan engsel.
  • Ada lubang ventilasi di sisi wajah dan punggung. Lubang ventilasi ukuran 50 x 7 cm, posisikan lubang sekitar 10 cm dari atas (lihat gambar). Ventilasi ditutup dengan kawat halus, sehingga jangkrik kecil tidak dapat melarikan diri.
  • Di tepi ada celah atau kait untuk pegangan. Intinya adalah untuk memudahkan mengangkat atau memindahkan kotak.
  • Di bagian dalam, sekitar 10 cm dari atas, insulasi plastik terpasang. Intinya adalah bahwa jangkrik tidak merangkak masuk.
  • Baringkan kaki Anda di keempat sudut dada, setinggi sekitar 10 cm. Keempat kaki ditempatkan dalam mangkuk berisi air atau cairan lainnya. Ini untuk mencegah hama seperti semut memasuki kandang.
  • Kandang jangkrik juga dapat dikeraskan, seperti tiga kutub, untuk menghemat ruang dan meningkatkan efisiensi penanaman. Kandang kriket harus ditempatkan di ruangan gelap yang jauh dari sinar matahari langsung.
  • Bibit jangkrik tidak hanya dilindungi dari sinar matahari langsung, tetapi juga perlu istirahat. Kami menyarankan Anda memilih ruangan dengan angin dan kegelapan yang cukup, jauh dari hiruk-pikuk gerakan manusia.
Baca Juga :  Budidaya Ikan Nila

Mempersiapkan Benih Jakrik

Sesuai yang sudah dijelaskan, biji kriket/jangkrik umumnya ditanam dari spesies G. miratus dan G. testaclus. Bibit dapat dibeli di toko pakan yang menawarkan makanan hidup. Bahkan, jenis jangkrik lain bisa dibiakkan. Beberapa spesies sulit atau lambat berkembang biak.

Baca Juga : Cara Budidaya Kroto

Benih kriket atau induk harus diperoleh dari tangkapan alami. Atau jika sulit, setidaknya biji jangkrik jantan diperoleh dari alam. Karena biasanya hasil tangkapan induk jantan lebih agresif.

Karakteristik calon induk kriket/Jangkrik :

  • Antena atau antena masih panjang, semua anggota badan masih lengkap, bisa melompat lebar dan gesit, badannya mengkilap.
  • Jangan memilih jangkrik yang dijauhkan dari mulut dan rektum.
  • Orangtua berderit keras. Permukaan sayap atau punggung bergelombang dan kasar.
  • Induk betina memiliki ovipositor di bagian ekor, ekor memiliki tiga bagian tengah, ovipositor. Besar.
  • Cara termudah untuk membedakan jangkrik jantan dan betina adalah dengan melihat ekornya. Jangkrik jantan hanya memiliki dua ekor sedangkan betina memiliki tiga ekor. Sebenarnya, ekor tengah adalah ovipositor.

Budidaya jangkrik Dapat Dengan Cara :

Kondisi kandang untuk ternak jangkrik harus memperhatikan tingkat kelembaban dan binatang pengganggu. Kelembaban harus terus dikontrol, terutama saat musim kemarau, Untuk menjaga kelembaban bisa dilakukan dengan penyemprotan atau menutup kandang dengan karung goni basah.

Musuh atau hama ternak jangkrik lumayan banyak, diantaranya tikus, kecoa, semut dan laba-laba. Selain itu, jangkrik bisa menjadi kanibal bila ketersediaan makanan dalam kandang tidak mencukupi.

BacaJuga : Cara Menanam Bawang Putih

Proses Budidaya Jangkrik Melalui Perkawinan

Tempat untuk mengawinkan jangkrik sebaiknya terpisah dengan tempat pembesaran anakan. Kondisi kandang untuk mengawinkan sebaiknya dibuat aga mirip dengan habitat jangkrik di alam. Dinding kandang bisa diolesi tanah liat, semen putih serta diberi daun-daun kering, seperti daun jati, daun pisang atau serutan kayu.

Baca Juga :  Cara Menanam Cabe Rawit

Budidaya Jangkrik yang akan dikawinkan harus berasal dari spesies yang sama. Bila indukan jantan dan betina berbeda spesies, perkawinan tidak akan terjadi. Untuk mengawinkan jangkrik masukan indukan betina dan jantan

Dalam kandang perkawinan, siapkan bak pasir atau tanah sebagai tempat peneluran. Selama masa perkawinan jangkrik jantan akan mengeluarkan suara derik terus menerus. Jangkrik betina yang telah dibuahi akan bertelur. Telur biasanya diletakkan dalam pasir atau tanah.

Selama masa perkawinan jangkrik harus mendapatkan asupan pakan yang cukup. Contoh pakannya kubis, sawi, kangkung, bayam, daun pepaya dan jenis sayuran hijau lainnya. Buang pakan yang tersisa setiap hari, jangan sampai pakan membusuk di dalam kandang.

Beberapa peternak ada yang memberikan ramuan khusus bagi jangkrik yang sedang dikawinkan. Misalnya, bekatul, tepung ikan, kuning telur bebek yang telah direbus dan dihaluskan, dan beberapa vitamin. Katanya agar telur yang dihasilkan bisa banyak dan berkualitas. Apakah hal tersebut efektif? belum ada ujinya hanya berdasarkan dari pengalaman beberapa peternak saja.

Proses Telur Menetas

  • Telur jangkrik akan menetas setelah 1minggu, terhitung sejak perkawinan. Maksimal 6 hari setelah induk betina bertelur (sebelum menetas), pisahkan telur-telur tersebut. Hal ini untuk menghindari si induk memakan telurnya sendiri.
  • Pindahkan ke dalam kandang penetasan telur yang juga sekaligus pembesaran anakan. Warna telur yang telah dibuahi akan berubah dari bening menjadi keruh. Setelah 1minggu biasanya telur menetas.
  • Pada masa penetasan, kelembaban kandang harus terus dijaga dengan penyemprotan air, atau menutup kandang dengan karung goni basah.

Proses Meberikan Makanan

  • Setelah telur menetas, langkah selanjutnya adalah memberikan pakan. Jangkrik yang baru menetas, berumur sepuluh hari diberikan pakan ayam (voor), yang terbuat dari kacang kedelai, beras merah, dan jagung kering yang dihaluskan.
  • Setelah lewat 10 hari, anakan jangkring bisa dikasih makan sayur-sayuran dan jagung muda. Selanjutnya pakan bisa ditambahkan singkong, mentimun atau ubi.
Baca Juga :  Cara Menanam Kentang

Baca Juga : Cara Budidaya Ikan Koi

Kandang Terpelihara

  • Penting untuk menjaga kandang tetap higienis dan bersih, serta terhindar dari gangguan hama. Hal lain yang perlu dijaga adalah kondisi kandang agar tetap lembab dan gelap. Selain itu tetap jaga agar makanan cukup tersedia, karena bila kurang jangkrik akan kanibal, saling emmangsa di antara mereka.
  • Buang pakan yang tersisa setiap hari, jangan sampai membusuk di dalam kandang. Kandang yang baru dibuat sebaiknya dicuci dahulu, jangan sampai masih berbau vinil bila terbuat dari tripleks. Caranya, lumuri permukaan kandang dengan lumpur sawah untuk dan dijemur hingga kering.
  • Periksa air yang ada pada mangkuk atau kaleng pada kaki-kaki kandang. Tambah atau ganti bila cairan sudah sedikit. Cairan yang digunakan bisa air, minyak tanah, atau jenis cairan lain yang bisa mencegah hama masuk ke dalam kandang.

Tahap Memanenan

  • Ada dua output yang bisa dipanen dari ternak jangkrik, yaitu jangkrik dewasa dan telur jangkrik. Telur jangkrik biasanya dijual lebih mahal dari jangkrik itu sendiri. Telur biasanya dijual kepada para peternak jangkrik pembesaran.
  • Ternak jangkrik sudah bisa dipanen setelah mencapai umur kurang lebih 30 hari. Terhitung sejak telur mulai menetas.

Itulah Pembahasan Kita Kali ini dan ikuti artikel lain nya ya semoga bermanfaat

Cara Budidaya Jamur

Pak Guru
6 min read

Daun Bawang Merah

Pak Guru
3 min read

Ular Tikus

Pak Guru
3 min read
SELAMAT DATANG
Selamat Membaca Artikel yang Kami Bagikan, Semoga Dapat Membantu, Kritik dan Saran Silahkan Hubungi Kami [email protected]