Budidaya Ikan Nila

3 min read

Budidaya Ikan Nila – Pertanian nila tidak terlalau sulit. Nila masih tergolong ikan jenis yang sangat di gemari, karena ikan nilah mudah berkembang biak dan baik beradaptasi dan tahan dengan keadaan air yang keruh sekali pun

Di alam, nila ditemukan di perairan laut seperti sungai, danau, waduk dan rawa. Suhu optimal adalah menumbuhkan ikan nila pada suhu 25-30 ° C dengan pH air 7-8.

Apa itu Ikan Nila?

Ikan Nilla (Tilapia) adalah hewan yang memakan segala sesuatu atau omnivora. Makanan alami termasuk plankton, plankton, tanaman air, dan berbagai hewan air lainnya. Makanan yang dibuat untuk budidaya nila harus mengandung sekitar 25% protein. Biaya makan untuk budidaya ikan nila lebih rendah. Tidak seperti budidaya karpet atau ikan lele yang membutuhkan kandungan protein tinggi, itu sekitar 30-45%.

Untuk memulai dengan nila, ada beberapa faktor penting untuk dipertimbangkan, termasuk pemilihan benih, persiapan kolam, nutrisi, manajemen penyakit.

Baca Juga : Cara Budidaya Ikan Gurame

Beberapa Tahapan dalam Budidaya Ikan Nila

Budidaya Ikan Nila

Memilih Bibit Nila Yang Bagus

Pemilihan benih merupakan faktor penting yang menentukan tingkat keberhasilan budidaya nila. Untuk hasil maksimal, benih ikan jantan harus digunakan. Karena pertumbuhan nila jantan lebih cepat 40% dari nila betina.

Tilapia monosex (semua androgen) lebih produktif dari pada campuran. Karena Tilapia memiliki sifat pemijahan (pernikahan). Jadi ketika campuran ditanam, energi ikan digunakan untuk menyerap dan mengurangi bobot ikan.

Persiapan Tempat Pemijahan

Akuakultur nila dapat menggunakan berbagai jenis kolam, dari kolam, kolam semen, terpal, jaring apung hingga kolam payau. Dari semua jenis kolam, cekungan paling umum, karena cukup mudah dibangun dengan biaya konstruksi yang rendah. Silakan lihat bagaimana Anda membuat genangan tanah. Baca Juga : Cara Budidaya Ikan Lele

Baca Juga :  Budidaya Ikan Patin

Keuntungan lain dari lantai kolam adalah dapat menumbuhkan berbagai tanaman dan hewan yang berfungsi sebagai makanan alami untuk ikan. Ini dapat mengurangi biaya membeli makanan buatan atau pelet.

Untuk membudidayakan ikan nila di kolam, diperlukan langkah persiapan tanah. Mulai dari pengeringan, pembajakan tanah, pengapuran, pemupukan hingga irigasi.

Berikut langkah-langkahnya:

  • Langkah pertama adalah mengeringkan lantai kolam. Kolam dikeringkan dengan pengeringan. Pengeringan biasanya memakan waktu 3-7 hari tergantung kondisi cuaca. Pengeringan biasanya memadai jika substrat terlihat retak tetapi tidak kaku. Jika Anda menginjaknya, ia masih meninggalkan jejak sedalam 1-2 cm.
  • Selanjutnya, permukaan tanah dibajak atau dicacah dengan kedalaman sekitar 10 cm. Sampah, kerikil, dan kontaminan lainnya dikeluarkan dari dasar kolam. Juga bersihkan lumpur hitam yang berbau tidak sedap dan biasanya dari sisa makanan yang tidak habis.
  • Kolam yang biasa digunakan memiliki keasaman tinggi (pH rendah) kurang dari 6. Meskipun kondisi pH optimal untuk pemuliaan nila berkisar antara 7 hingga 8. Kapur untuk dinetralkan dengan dolomit atau kapur pertanian. Dosis kalsifikasi disesuaikan dengan keasaman tanah. Untuk pH tanah 6 hingga 500 kg / ha, untuk pH tanah 5-6 hingga 500-1500 kg / ha, untuk pH tanah 4-5 hingga 1-3 ton / ha. Jeruk nipis diaduk rata. Cobalah untuk mendapatkan kapur 10 cm di tanah. Kemudian biarkan selama 2-3 hari.
  • Beri pupuk setelah itu. Gunakan pupuk organik sebagai pupuk dasar. Spesies dapat berupa kompos atau pupuk kandang. Pemberian pupuk organik bermanfaat untuk mengembalikan kesuburan tanah. Dosisnya 1-2 ton per hektar. Pupuk didistribusikan secara merata di dasar kolam. Biarkan selama 1-2 minggu. Setelah itu, jika perlu, dicampur dengan pupuk kimia dalam bentuk urea 50-70 kg / ha dan TSP 25-30 kg / ha, biarkan selama 1-2 hari. Tujuan pemupukan adalah untuk memberikan nutrisi bagi mikroorganisme dan hewan yang terjadi di lingkungan tambak. Sehingga hewan atau tumbuhan dapat dimanfaatkan sebagai makanan alami untuk ikan.
  • Pada langkah selanjutnya, kolam tersebut dibanjiri air. Irigasi bertahap. Pertama, tiriskan air ke kolam sedalam 10-20 cm. Biarkan selama 3-5 hari. Biarkan sinar matahari menembus dasar kolam dengan sempurna untuk memungkinkan Ganggag atau organisme akuatik lainnya tumbuh. Kemudian isi genangan hingga ketinggian air mencapai 60-75 cm.
Baca Juga :  Sapi Perah

Baca Juga : Cara Budidaya Jamur Tiram

Menabur Ikan Nila

  • Kolam dengan kedalaman 60-75 cm siap disebar dengan biji nila. Kolam padat dikemas untuk nila hingga 15-30 ikan / m2. Misalkan ukuran benih 10-20 g / ekor dan panen 300 g / ekor.
  • Sebelum menabur benih, terlebih dahulu harus melewati tahap adaptasi. Benih ikan digunakan untuk kondisi kolam, sehingga risiko kematian benih dapat dikurangi. Secara strategis, masukkan air kolam dalam wadah berisi benih ikan nila. Biarkan selama beberapa jam. Kemudian miringkan atau buka wadah. Biarkan ikan keluar dan lepas sendiri.

Perawatan Budidaya Ikan Nila

Setelah semua persiapan dilakukan dan benih ditabur di kolam, ikan harus dirawat sampai panen. Tiga faktor terpenting dalam memelihara budidaya nila adalah pengelolaan air, pemberian makan dan pengendalian hama.

a. pengelolaan air

  • Untuk memaksimalkan pertumbuhan budidaya nila, kualitas air di kolam harus dipantau. Parameter penentu kualitas air adalah kadar oksigen dan pH air. Jika memungkinkan, bisa juga memantau konsentrasi CO2, NH3 dan H2S.
  • Ketika kandungan oksigen di kolam berkurang, sirkulasi air dipercepat dengan meningkatkan aliran air. Jika kolam sudah mengandung banyak NH3 dan H2S, yang ditandai dengan bau busuk, segera ganti airnya.
  • Anda melakukan ini dengan menghilangkan sejumlah air kotor dan kemudian menambahkan air baru. Dalam keadaan normal, tetapkan aliran air 1 liter / detik pada kolam seluas 100 m2.

b. pemberian makanan

  • Manajemen pakan sangat penting dalam budidaya nila. Biaya pakan adalah komponen biaya terbesar dalam budidaya nila. Berikan pakan dalam bentuk pelet dengan kandungan protein 20-30%.
  • Ikan nila membutuhkan hingga 3% dari berat tubuh dalam makanan setiap hari. Pemberian makan bisa dilakukan di pagi dan sore hari. Ambil sampel Tilapia setiap dua minggu dan timbang beratnya. Kemudian sesuaikan jumlah makanan yang perlu diberikan.
Baca Juga :  Budidaya Ikan Mas

Baca Juga : Cara Budidaya Belut

Pengendalian Hama dan Penyakit

Seperti yang disebutkan sebelumnya, Tilapia adalah ikan yang kuat. Dalam situasi normal, nila tidak terlalu mengkhawatirkan. Namun, jika budidaya nila telah intensif dan masif, perhatian harus diberikan pada risiko kejang.

Penyebaran penyakit ikan sangat cepat, terutama pada penyakit menular. Media transmisi biasanya lewat air. Ini memungkinkan Anda untuk menjangkau satu atau lebih area kolam. Untuk penjelasan lebih lanjut, silakan baca hama dan penyakit Tilapia.

Panen Ikan Nila

Waktu yang diperlukan untuk budidaya ikan nila mulai dari benih hingga panen tergantung pada kebutuhan pasar. Ukuran Tilapia untuk pasar domestik adalah antara 400 dan 600 gram / ekor. membutuhkan waktu sekitar 4-6 bulan.

Demikianlah pembahasan kali ini, semoga dapat bermanfaat untuk kalian semua.

Cara Ternak Ayam Kampung

Pak Guru
4 min read

Budidaya Jangkrik

Pak Guru
4 min read

Budidaya Ikan Mas

Pak Guru
5 min read